// <![CDATA[PERUMAHAN TERAPUNG DI SITU RAWA BESAR - DEPOK.]]> Ir. Mohamad Djukandi Dosen Pembimbing 1 0423025801 - Theresia Pinkyawati. Ir.,MT Dosen Pembimbing 2 0423017002 - Dr. Ir. Juarni Anita, M.Eng. Dosen Pembimbing 3 M. Yudho Prabowo A / 211997066 Penulis
Pusat Kota merupakan suatu area yang menampung fungsi perdagangan, perkantoran, hunian, hiburan, dan sarana pelengkap lainnya, yang merupakan aspek kehidupan masyarakat dan merupakan vitalitas dari pusat kota atau urban. Sesuai dengan sifatnya sebagai pusat, yaitu memiliki tingkat kepadatan yang tinggi, serta harga tanah yang tinggi pula, maka pusat kota terkonsentrasi pada suatu area yang relatif sempit. Hal ini sejalan dengan kemudahan tuntutan komunikasi dan interaksi manusia di pusat perkotaan, serta perkembangan pusat kota ini juga sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk, pertumbuhan aktivitas ekonomi, dan kemajuan teknologi di berbagai bidang Semakin meningkatnya kebutuhan manusia terhadap aktivitas perekonomian di perkotaan, sehingga menimbulkan peningkatan terhadap sarana fisik yang dapat mendukung peningkatan bidang perekonomian tersebut, sementara sumber daya yang tersedia sangat terbatas, seperti : minimnya dana yang tersedia, terbatasnya lahan yang ada di perkotaan dan lokasi yang strategis, serta kelengkapan sarana dan prasarana penunjangnya. Hal inilah yang menimbulkan banyak masalah di perkotaan, banyaknya permintaan ini menimbulkan peningkatan nilai lahan di pusat kota, apalagi pada lokasi yang strategis, sehingga dituntut efisiensi serta efektifitas pendayagunaan lahan yang semaksimal mungkin. Pada saat ini, di daerah Situ Rawa Besar yang letaknya berada di tepat belakang kantor Walikota Depok, Jawa Barat. Terdapat lingkungan hunian yang tergenang di musim penghujan. Perumahan ini berkembang tidak teratur dan sebagian besar berada dalam kondisi kumuh dan tidak layak huni, sebagian besar berada di tanah yang padat, sebagian lagi menyiasati kubangan yang berwarna kehitaman di musim kemarau. Kebanyakan yang tinggal di rumah kumuh tersebut adalah masyarakat golongan menengah ke bawah, yang mayoritas bekerja sebagai pedagang dan buruh di Pasar Lama, Depok yang letaknya tidak jauh dari lokasi. Pertimbangan mereka tinggal disitu karena mahalnya harga sewa rumah di daerah Depok dan letaknya yang jauh dari pasar, sehingga biaya transportasi menjadi mahal. Situ Rawa Besar, dekat dengan pusat keramaian dan hiburan, serta kemudahan-kemudahan lainnya. Sebagian besar yang menghuni rumah kumuh adalah masyarakat pendatang yang belum mampu menyewa atau membeli rumah sendiri. Berdasarkan hasil pengamatan dan studi wawancara dengan para tenaga ahli asing dan para calon penghuni di perumahan Situ Rawa Besar, Depok, ada beberapa hal yang mempengaruhi pembangunan perumahan terapung di Situ Rawa Besar, Depok yaitu : • Kondisi tempat tinggal di rumah kumuh dinilai kurang memadai ditinjau dari segi desain bangunan, kualitas bahan, finishing bangunan, ruang-ruang yang tersedia serta kurangnya halaman dan taman bermain bagi anak-anak mereka. • Lokasi yang jauh dan kurang strategi untuk mencapai lokasi tempat mereka bekerja dan pencapaian lokasi berbelanja. • Tingkat keamanan yang rendah dan sulitnya bergaul. • Tingkat privasi yang rendah. • Timbulnya kerepotan dalam merawat atau mengurus rumah karena material bangunan yang dipakai tidak baik. • Tidak merasa nyaman karena sewaktu-waktu dapat digusur karena menempati tanah milik pemerintah. Dari ulasan diatas, menunjukkan bahwa sebenarnya, terdapat banyak permintaan akan tempat tinggal yang lebih baik dan memadai untuk masyarakat ekonomi menengah kebawah, terutama para buruh pasar dan petani yang berada di Situ Rawa Besar, Depok. Untuk menampung keberadaan buruh pasar dan petani ini, maka direncanakan suatu bentuk hunian berupa perumahan terapung diatas lahan yang disediakan oleh pemerintah kota Depok (Situ Rawa Besar, Depok) untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan masyarakat kebawah.