// <![CDATA[PERANCANGAN BUKU SERIAL FABEL PEMBELAJARAN EMPATI.]]> LANY SEKAR M. S. / 33.2004.070 / DKV Dosen Pembimbing 1 Aldrian Agusta S.Sn
Pepatah Cina menyebutkan, ”Hidup seorang anak bagaikan selembar kertas, setiap orang yang melewatinya meninggalkan bekas di atasnya”. Maka memupuk kebaikan moral sangat dianjurkan sejak usia dini. Walaupun di tengah-tengah budaya yang merusak sekalipun, orangtua masih memegang peranan penting karena orangtua adalah orang yang memiliki hubungan paling dekat dengan anak. Moralitas dibangun oleh rasa cinta dan kebajikan paling dasar dari moralitas itu sendiri adalah empati. Empati merupakan inti emosi moral yang membantu anak memahami perasaan orang lain. Kebajikan ini membuatnya menjadi peka terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain, mendorongnya menolong orang yang kesusahan atau kesakitan, serta menuntutnya memperlakukan orang dengan kasih sayang. Emosi moral yang kuat mendorong anak bertindak benar karena ia dapat melihat kesusahan orang lain sehingga mencegahnya melakukan tindakan yang dapat melukai orang lain. Untuk itu pembelajaran empati sejak usia dini akan membentuk kepekaan dan perilaku anak hingga dewasa. Pembelajaran ini dapat dilakukan dengan tiga langkah pembentukan empati. Maka dapat dilakukan dengan media yang tepat yaitu merancang media buku cerita bergambar sesuai dengan usia anak tiga hingga lima tahun. Perancangan media ini dikatakan sangat tepat karena pada usia anak Golden Age, anak tidak diutamakan untuk belajar membaca melainkan melihat dengan lengkap, mendengarkan dengan tepat, dan mengingat dengan cepat. Cerita yang akan dibuat berputar dalam serial fabel. Fabel digunakan untuk tidak membedakan aspek status sosial-ekonomi anak, dan juga memberikan misi mendekatkan anak pada aneka satwa.