// <![CDATA[RANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) UNTUK MEMINIMISASI POTENSI BAHAYA DI SMALL SCALE MANUFACTURING LABORATORY (SSML)]]> 0010108802 - Laudita Irianti,S.T.,M.T. Dosen Pembimbing 1 Dhimas Satria Nur Maulana / 13-2015-205 Penulis
Small Scale Manufacturing Laboratory (SSML) adalah salah satu fasilitas yang terdapat di Itenas, SSML memiliki beberapa mesin yang dapat menimbulkan potensi bahaya yang tinggi. Namun hingga kini Itenas belum memiliki sistem Keselamtan dan Kesehatan Kerja. Hal tersebut dapat diatasi dengan membuat Sistem Manajemen Keselamtan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Standar SMK3 dapat berpacu kepada Peraturan Pemerintah no 50 tahun 2012. Identifikasi penilaian risiko dapat menggunakan metode FMEA untuk menilai potensi bahaya yang terjadi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan checklist workplace hazard inspection form, wawancara dilakukan kepada asisten, praktikan dan karyawan, observasi. Data tersebut digunakan untuk menilai potensi bahaya. Hasil perhitungan dari proses severity, occurance dan detection menghasilkan Risk Priority Number (RPN) sebagai prioritas utama. RPN Tertinggi adalah pada potensi bahaya pakaian terlilit oleh bagian mesin yang berputar dengan efek patah tangan karena menggunakan baju dengan lengan panjang namun tidak dikancing di pergelangan tangan yang menghasilkan RPN sebesar 448. Berdasarkan hasil undang-undang (UU), jumlah pasal/ayat yang digunakan sebanyak 67 dan jumlah pasal/ayat yang belum terpenuhi sebanyak 35. Berdasarkan hasil checklist yang digunakan terdapat 59 pertanyaan dan 38 jawaban belum terpenuhi oleh SSML. Berdasarkan hasil tersebut, selanjutnya dilakukan pengendalian risiko untuk setiap identifikasi yang dilakukan. Pengendalian risiko dilakukan sebagai data untuk rancangan SMK3 dengan hasil 11 sasaran yang diusulkan dan tujuan untuk meminimisasi risiko potensi bahaya di SSML.