// <![CDATA[PERANCANGAN MEDIA BUKU GUNA MENGATASI SIBLING RIVALRY UNTUK ANAK USIA 4 - 6 TAHUN.]]> NINA DWI SETIANINGSIH / 33.2004.117 / DKV Dosen Pembimbing 1 Hendro Prayitno, M.Sn
Sibling rivalry atau persaingan antarsaudara kandung merupakan istilah ilmiah dalam ilmu psikologi yang berarti sikap permusuhan yang terjadi antarsaudara baik saudara kandung maupun tidak, dimana saudara tersebut dianggap sebagai saingan bukan teman berbagi. Persaingan ini hampir terjadi di seluruh lapisan masyarakat, Namun, pada kenyataannya sibling rivalry masih dianggap sebagai suatu hal wajar. Selain itu, akibat kurangnya pemahaman mengenai kasus ini, maka penanganan orang tua sampai saat ini masih kurang tepat. Orang tua hanya mampu menyelesaikan konflik secara jangka pendek, bukan jangka panjang. Padahal, fenomena ini dapat berkembang menjadi masalah yang serius di kemudian hari, sehingga mendidik anak menjadi individu yang mampu menghadapi segala tantangan dalam kehidupan nyata merupakan tanggung jawab besar bagi orang tua. Namun hal tersebut tidak terlepas pula pada pemahaman dan kemampuan anak mengenai bagaimana mengatasi konflik, karena anak-anak merupakan pihak utama yang merasakan dan mengalami secara langsung. Minimnya media informasi untuk anak mengenai permasalahan ini membuat anak membutuhkan bantuan media komunikasi yang baik untuk membantu anak mengatasi konflik tersebut. Media komunikasi tersebut adalah buku, karena buku merupakan media yang dapat menyampaikan pesan dan informasi secara fleksibel dan dapat bersifat dua arah. Desain Komunikasi Visual merupakan ilmu yang membahas mengenai bagaimana mengomunikasikan sebuah pesan ke dalam media dan dapat memberikan solusi dalam perancangan media buku, agar dapat berfungsi secara baik dalam membantu anak-anak memecahkan permasalahan yang dihadapi pada kasus ini. Untuk itu, dirancang buku yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran bagi anak dalam mengatasi konflik dengan bantuan ilustrasi yang inspiratif serta imajinatif dan mengajak anak untuk belajar berpikir dan melihat sisi lain dari sebuah peristiwa sesuai dengan target market yaitu anak-anak usia 4-6 tahun.