// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN SISTEM PRODUKSI UNTUK MEMINIMASI WASTE MENGGUNAKAN METODE LEAN MANUFACTURING PADA AREA COMPONENT ASSEMBLY PT. DIRGANTARA INDONESIA]]> Hendro Prassetiyo, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 CITRA PURNAMASARI/132014162 Penulis
PT. Dirgantara Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industry manufaktur pembuatan pesawat terbang, helikopter, serta komponenkomponen yang berkaitan dengan kedirgantaraan. Pada bagian produksi perakitan pesawat CN235 terutama pada area component assembly, terdapat permasalahan yang berkaitan dengan waste atau pemborosan berupa delay dan motions. Maka dari itu untuk mengurangi bahkan mengeliminasi potensial waste digunakanlah metode lean manufacturing. Lean adalah upaya untuk menghilangkan pemborosan (waste) secara berkala. Tujuan utama dalam lean adalah meningkatkan nilai tambah (value added) produk dengan tujuan akhir meningkatkan nilai pelanggan (customer value). PT. Dirgantara Indonesia memiliki permasalahan mengenai waktu standar lama yang terlampau kecil dibandingkan dengan waktu aktual pada lantai produksi, diduga terdapat waste yang terjadi. Maka dari itu dilakukanlah identifikasi waste dengan memetakan aliran informasi menggunakan diagram SIPOC sebagai langkah awal, hasil identifikasi waste akan dipetakan juga dengan menggunakan value stream mapping of current state. Hasil identifikasi waste menunjukan bahwa ada dua jenis pemborosan yang terjadi pada lantai produksi yakni berupa motions serta delay. Seluruh waste yang telah teridentifikasi akan dicari akar permasalahan penyebab waste tersebut terjadi menggunakan metode 5-why dan 5W-1H sebagai metode untuk pemecahan masalah yang sesuai dengan akar permasalahannya. Usulan perbaikan yang dapat dilakukan untuk menghilangkan waste adalah dengan melakukan perhitungan waktu standar baru, pembuatan SOP untuk memastikan operator melakukan persiapan tools sehingga tidak mengganggu jalannya proses produksi dilengkapi dengan display serta checksheet. Hasil dari penerapan usulan perbaikan dapat menghilangkan waste (non value added) hingga 100%.