RANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE STOKASTIK JOINT REPLENISHMENT DI PT. HERO SEKAWAN
PT. Hero Sekawan merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur tekstil (sandang). Jumlah permintaan yang tidak bisa di tentukan setiap periode nya menyebabkan sistem pengendalian bahan baku hanya berdasarkan intuisi dari data permintaan masa lalu. Pemesanan dilakukan apabila kapasitas gudang sudah berkurang dan proses produksi sedang berjalan Sistem inventori perusahaan yang bersifat backorder juga mempengaruhi dalam pengendalian bahan baku. Serta pemesanan bahan baku dilakukan secara terpisah sesuai jenis bahan baku yang dibutukan melalui supplier yang berbeda. Hal tersebut menyebabkan ongkos persediaan tinggi dan juga berakibat pada resiko dalam memenuhi kebutuhan bahan baku. Maka dari itu, Metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan metode Joint Replenishment. Metode ini bertujuan untuk memperbaiki sistem persediaan dengan melibatkan ongkos mayor, ongkos minor, dan ongkos lain yang dievaluasi setiap jangka waktu tertentu dengan besarnya pemesanan produk,dan pemesanan gabungan, sehingga dapat menekan ongkos persediaan yang minimum. Output dari hasil perancangan ini berupa frekuensi pemesanan gabungan sebesar 12 kali pertahun, dan ongkos total sebesar Rp. 810.387.372,-/tahun
Detail Information
Citation
APA Style
. (2020).RANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE STOKASTIK JOINT REPLENISHMENT DI PT. HERO SEKAWAN ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.RANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE STOKASTIK JOINT REPLENISHMENT DI PT. HERO SEKAWAN ().Teknik Industri:FTI,2020.Text
MLA Style
.RANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE STOKASTIK JOINT REPLENISHMENT DI PT. HERO SEKAWAN ().Teknik Industri:FTI,2020.Text
Turabian Style
.RANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE STOKASTIK JOINT REPLENISHMENT DI PT. HERO SEKAWAN ().Teknik Industri:FTI,2020.Text