// <![CDATA[USULAN RANCANGAN FASILITAS LAYANAN GERAK PEMERIKSAAN KESEHATAN LANSIA]]> 0010108802 - Laudita Irianti,S.T.,M.T. Dosen Pembimbing 2 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 ARDITYA ASH SHIDIQ / 132016110 Penulis
Angka harapan hidup yang tinggi dari suatu negara merupakan perwujudan berhasilnya pembangunan di sektor kesehatan. Terdapat faktor yang mendukung tingginya harapan hidup yang tinggi, yaitu tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan yang merata. Ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan juga merupakan salah satu instruksi dalam Undang-Undang No 36 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa Pemerintah wajib menjamin ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan memfasilitasi kelompok lanjut usia untuk dapat tetap hidup mandiri dan produktif secara sosial dan ekonomi. Namun, fasilitas yang tersedia saat ini belum dapat menjangkau dan mengakomodasi lansia yang jumlahnya banyak serta tersebar di berbagai daerah. Ditambah, keterbatasan yang dialami lansia baik secara fisik maupun ekonomi. Saat ini, terdapat fasilitas yang digunakan untuk memeriksa tanda vital tubuh dan dapat dilakukan secara mandiri. Tanda vital tubuh manusia merupakan parameter penting bagi kesehatan manusia, khususnya lansia. Alat medis yang digunakan pada fasilitas tersebut dapat memeriksa tanda vital tubuh manusia seperti suhu tubuh, tekanan darah, detak jantung, dan saturasi oksigen. Namun, fasilitas tersebut belum dapat berpindah dari satu kota ke kota yang lain, padahal, untuk dapat mengakomodasi lansia di berbagai daerah atau kota, fasilitas tersebut harus dapat berpindah. Oleh karena itu, perlu dilakukan perancangan fasilitas layanan gerak yang dapat bergerak mobile dari satu tempat ke tempat yang lain. Rancangan dibuat menggunakan pendekatan Perancangan dan Pengembangan Produk dan Ergonomic Function Deployment, agar rancangan fasilitas memenuhi aspek efektif, nyaman, aman, sehat, dan efisien (ENASE).