// <![CDATA[PENGARUH EQUIVALENCE RATIO DAN UKURAN BIOMASSA PADA GASIFIKASI PELET SEKAM PADI DENGAN MENGGUNAKAN DOWNDRAFT GASIFIER]]> 0417057301 - Dr. Dyah Setyo Pertiwi, ST., MT. Dosen Pembimbing 1 0402078903 - Yuono, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 DAYANA SHOHIBULWAFA / 142016007 Penulis FRANS ARAPENTA / 142016059 Penulis
Gasifikasi biomassa merupakan salah satu proses termokimia untuk menguraikan komponen yang terdapat di dalam biomassa sehingga dihasilkan gas mampu bakar. Sasaran penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh Equivalence Ratio (ER) dan ukuran pelet sekam padi terhadap komposisi producer gas yang dihasilkan dari proses gasifikasi. Agen gasifikasi yang digunakan yaitu udara dan biomassa yang digunakan yaitu pelet sekam padi. Penelitian dimulai dengan karakterisasi biomassa pelet sekam padi dengan analisis ultimate dan proximate kemudian dilanjutkan dengan proses gasifikasi pada variasi ER sebesar 0,1; 0,15; 0,2; 0,25; 0,3 dengan diameter pelet sekam padi yaitu 0,5 cm yang memiliki panjang 1 cm dan 2 cm. Proses gasifikasi berlangsung di dalam reaktor downdraft. Pada saat percobaan berlangsung pengambilan data terdiri dari suhu tiap zona dalam gasifier, data massa residue dan sampel dari gas hasil gasifikasi. Selanjutnya sampel gas hasil gasifikasi dianalisis menggunakan metode gas chromatography (GC) untuk diketahui komposisi producer gas yang terdiri dari gas mampu bakar dan gas tidak mampu bakar. Hasil percobaan pada pelet sekam padi ukuran 1 cm dan 2 cm umumnya menunjukkan kesesuaian dengan literatur. Semakin besar ER kadar flammable gas cenderung menurun. Untuk ukuran 1 cm dan 2 cm berturut-turut berkisar 13% dan 20%. Ukuran pelet tidak memberikan pengaruh yang signifkan pada kadar flammable gas karena hanya memberikan selisih berkisar 2%. Proses gasifikasi dengan pelet sekam padi ukuran 2 cm pada ER yang semakin besar menghasilkan nilai LHV yang cenderung menurun yaitu 12,77 hingga 5,60 kWh/kg umpan dan H2/CO mengalami penurunan yaitu 7,03 hingga 4,48. Pada ER 0,1 – 0,3 ukuran pelet tidak memberikan pengaruh yang signifkan pada LHV. Gas produser pada ukuran pelet 1 cm dan 2 cm hanya mempunyai selisih nilai LHV sebesar 0,06 kWh/kg.