// <![CDATA[PENGOLAHAN AIR SUNGAI CIKAPUNDUNG MENGGUNAKAN KOAGULAN NANOKITIN DAN KITOSAN]]> Djaenudin, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 0409056501 - Dr. Etih Hartati, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 MEMEY SUHAYA PUTRI/252015011 Penulis
Berdasarkan data potensi pencemar Sungai Cikapundung tahun 2016-2021, parameter COD dan TSS mengalami peningkatan berturut-turut menjadi 21.000-32.000 kg/hari. Peningkatan kedua parameter tersebut didominasi oleh pembuangan limbah industri dan domestik ke Sungai Cikapundung. Upaya yang dapat dilakukan untuk menyisihkan parameter tersebut adalah melakukan pengolahan air Sungai Cikapundung, salah satunya dengan proses koagulasi dan flokulasi menggunakan koagulan nanokitin, kitosan, dan kitosan komersil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan koagulan tersebut dalam pengolahan air Sungai Cikapundung. Metoda yang digunakan adalah metode Jartes berdasarkan SNI 19-6449-2000, pengujian parameter TSS dengan metode gravimetri berdasarkan SNI 06-6989.3-2004, dan pengujian parameter COD dengan metode titrimetri berdasarkan SNI 6989.73:2009. Sedangkan metode pengolahan data untuk mengetahui optimalisasi ketiga koagulan tersebut, digunakan metode analisis statistik Response Surface yang terdapat pada aplikasi minitab. Dosis koagulan yang digunakan pada proses ini adalah 10 mg/L dengan variasi pH yaitu pH 5, 7, 9, dan variasi waktu flokulasi 15 menit, 20 menit dan 25 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan komersil pH 5 waktu flokulasi 25 menit dapat menurunkan konsentrasi TSS menjadi 12 mg/L dengan persen penyisihan total suspended solid 99,38%, dan konsentrasi COD menjadi 13,12 mg/L dengan persen penyisihan 98,91%. Sedangkan hasil nilai optimum pada pengukuran COD dan TSS dari Response Surface method menunjukkan derajat deasetilasi 31,57 %, pH 5 dan waktu flokulasi 25 menit.