// <![CDATA[PENYUSUNAN ALAT UKUR PEMILIHAN LOKASI PRIORITAS KAWASAN BEBAS SAMPAH KOTA BANDUNG (STUDI KASUS KELURAHAN KEBON PISANG DAN KELURAHAN NEGLASARI)]]> 0416087701 - Siti Ainun , S.T., S.Psi, M.Sc Dosen Pembimbing 1 0403017701 - Iwan Juwana S.T., M.E.M., Ph.D Dosen Pembimbing 2 Yasmin Afina Rosyada/252015064 Penulis
Perluasan target Kawasan Bebas Sampah (KBS) dari skala RW menjadi skala kelurahan perlu dicapai dengan menentukan RW prioritas KBS, penentuan RW prioritas KBS dilakukan menggunakan suatu alat ukur yang menjadi tujuan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan membuat alat ukur berdasarkan pengembangan dari Buku Panduan KBS dengan SNI 19-2454-2002, Panduan Pelaksanaan EHRA, dan Pedoman Pelaksanaan Program Adipura. Alat ukur yang dihasilkan memiliki 5 (lima) aspek utama yaitu peran serta masyarakat, teknis pengelolaan sampah, kelembagaan, kondisi lingkungan, fungsi dan nilai daerah serta 3 (tiga) aspek pendukung yaitu pelayanan sampah, tingkat ekonomi, dan kepadatan penduduk. Aspek tersebut disertai dengan beberapa komponen yaitu parameter, sub-paramater, indikator, dan pertanyaan. Metode yang digunakan untuk pengolahan data yaitu Metode Perbandingan Eksponensial (MPE). Uji coba telah dilakukan di Kelurahan Kebon Pisang dan Kelurahan Neglasari dengan hasil pada Kelurahan Kebon Pisang didapat 5 (lima) RW dengan status cukup siap dan 6 (enam) RW dengan status kurang siap, sedangkan untuk Kelurahan Neglasari didapat 5 (lima) RW dengan status cukup siap dan 2 (dua) RW dengan status kurang siap.