// <![CDATA[EVALUASI SISTEM DRAINASE DI KECAMATAN KARAWANG TIMUR (STUDI KASUS :]]> 0409056501 - Dr. Etih Hartati, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Dr. Eng. M. Candra Nugraha, S.T. Dosen Pembimbing 2 MELISA PERMATASARI/252015112 Penulis
Kecamatan Karawang Timur memiliki 2 (dua) Kelurahan yang menjadi daerah genangan saat terjadi musim penghujan yaitu Kelurahan Karawang Wetan dan Desa Kondangjaya. Hal tersebut disebabkan oleh belum optimalnya penyediaan infrastruktur wilayah terkait saluran drainase, kemampuan lahan yang sudah tidak mampu menyerap air hujan akibat pembangunan pemukiman perkotaan yang tinggi, dan tidak tertampungnya limpasan akibat terdapat sedimen dan sampah pada saluran drainase. Metode penelitian ini dilakukan dengan observasi dan pengambilan data sekunder yang terkait dengan evaluasi sistem drainase. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat 9 titik genangan dan 25 jalur saluran drainase yang bermasalah pada Kelurahan Karawang Wetan dan Desa Kondangjaya terdiri dari 22 saluran drainase yang perlu diperbaiki, dan terdapat 3 saluran yang masing mencukupi, hanya diperlukan pembersihan saluran dari sedimen dan sampah. Untuk mengurangi debit limpasan pada wilayah genangan, dilakukan pembuatan sumur resapan. Potensi jumlah sumur resapan yang dapat dibangun pada daerah genangan di Kelurahan Karawang Wetan sebanyak 7.594 unit, dengan kemampuan mengurangi debit limpasan sebesar 3,58 m3/detik atau 56,87% dari debit limpasan total. Sedangkan pada daerah genangan Desa Kondangjaya sebanyak 7.867 unit, dengan kemampuan mengurangi debit limpasan sebesar 3,71 m3/detik atau 59,10% dari debit limpasan total.