// <![CDATA[RANCANGAN MUSEUM GEOLOGI INDONESIA DI KOTA BARU PARAHYANGAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ORGANIK]]> 0423017002 - Dr. Ir. Juarni Anita, M.Eng. Dosen Pembimbing 1 0411086002 - Shirley Wahadamaputera, Ir ., MT Dosen Pembimbing 2 ILHAM MILADI GURNITA /212016116 Penulis
Museum Geologi merupakan salah satu jenis museum yang dapat memperkenalkan sejarah pembentukan dan asal mula bumi dengan cara memperkenalkan benda-benda arkelolog atau zoologi. Faktanya, di Indonesia sendiri hanya ada satu museum geologi, yaitu Museum Geologi Bandung. Proyek ini dibuat untuk menarik minat masyarakat dalam mempelajari ilmu geologi dan menambah sarana museum geologi di Indonesia. Tapak Museum Geologi Indonesia Kota Baru Parahyanagan berada di Jalan Parahyangan Raya, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, yang merupakan daerah suburban dengan luas lahan lebih dari 1.250 Ha. Tapak berada di daerah iklim tropis, dengan kondisi tapak yang memilki bentuk lahan berkontur. Museum ini sendiri memiliki fungsi menjadi sarana rekreasi, edukasi dan penelitian ilmu geologi. Dengan fungsi tersebut diharapkan museum dapat memperkenalkan lebih luas ilmu geologi kepada publik umum, pelajar dan juga wisatawan dan juga dapat meningkatkan ekonomi lingkungan sekitar. Tema arsitektur organik digunakan pada desain museum ini. Tema arsitektur organik dipilih karena memiliki keterkaitan dengan alam sesuai dengan ilmu geologi yang ditampilkan di museum. Dengan pendekatan tema arsiterktur organik, gubahan massa, fasad dan interior bangunan menerapkan tema dengan cara memperhatikan kondisi sekitar dan juga membuat kesan bangunan menyatu dengan alam dengan pemilihan material. Unruk memperkuat hubungan bangunan dan tapak, elemen lansekap diolah agar menyatu lingkungan sekitar dengan mererespon terhadap potensi bentuk kontur tapak dan respon terhdap sundial di seberang tapak.