MUSEUM SEPEDA POLYGON KOTA BARU PARAHYANGAN DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR KONTEMPORER
Wisata edukasi merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan untuk
mendapatkan ilmu dan pemahaman dengan melakukan rekreasi. Sepeda
merupakan salah satu kendaraan yang ramah lingkungan, keberadaan sepeda di
Indonesia mulai muncul di pusat kota pada awal abad ke-20. Pembangunan
museum sepeda diharapkan untuk meningkatakan minat masyarakat untuk
menggunakan sepeda kembali sebagai alat transportasi harian yang bilamana
dilakukan berdampak positif bagi tumbuh dan lingkungan. Fasilitas untuk
mendukung kegiatan pada sektor wisata tersebut akan dirancang Museum sepeda Polygon sebagai sarana informasi dengan lingkup pameran yaitu sepeda hasil karya anak bangsa yang telah mendunia. Museum ini memamerkan hasil riset hingga terbentuknya sepeda yang utuh guna memberikan pengetahuan kepada wisatawan. Museum dirancang menggunakan penerapan prinsip arsitektur kontemporer, yaitu memiliki ruang yang terkesan luas dengan bentuk hexagon sebagai titik pusat museum yang terinspirasi dari logo brand Polygon,
kenyamanan termal, serta eksplorasi elemen lansekap yang respon terhadap
tapak dan bangunan sundial. Perancangan dengan pendekatan arsitektur
kontemporer diharapkan dapat menghasilkan bangunan museum yang efektif,
efisien, dan menarik sehingga dapat dinikmati dan mampu menjadi daya tarik
masyarakat untuk berkunjung.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2020).MUSEUM SEPEDA POLYGON KOTA BARU PARAHYANGAN DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR KONTEMPORER ().Arsitektur:FAD
Chicago Style
.MUSEUM SEPEDA POLYGON KOTA BARU PARAHYANGAN DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR KONTEMPORER ().Arsitektur:FAD,2020.Text
MLA Style
.MUSEUM SEPEDA POLYGON KOTA BARU PARAHYANGAN DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR KONTEMPORER ().Arsitektur:FAD,2020.Text
Turabian Style
.MUSEUM SEPEDA POLYGON KOTA BARU PARAHYANGAN DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR KONTEMPORER ().Arsitektur:FAD,2020.Text