// <![CDATA[PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI NIR SPECTROMETER BERBASIS MIKROKONTROLER UNTUK PENGUKURAN GIZI SUSU BALITA DENGAN METODE REGRESI LINIER]]> Prof. Dr. Ir. Soegijardjo Soegijoko Dosen Pembimbing 1 _Novia Agatha/112013089 Penulis Allya Paramita Koesoema, Ph.D. Dosen Pembimbing 2
Menurut WHO (World Health Organization), anak-anak berusia balita memiliki tingkat kematian tertinggi di dunia; pada tahun 2017, Sekitar 6,3 juta anak di bawah 15 tahun meninggal dunia. Sebanyak 5,4 juta jiwa diantaranya adalah balita; artinya, hampir 15 ribu balita meninggal setiap harinya. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018 menunjukkan, tingkat malnutrisi di indonesia sebesar 17,7%, yang merupakan salah satu penyebab kematian balita. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah prototipe spektrometer LED NIR dan phototransistor masing-masing dengan panjang gelombang 600-1050 nm dan 380-1150 nm, berukuran kecil, murah, dan mudah digunakan. Kelak spektrometer ini diharapkan dapat membantu para ahli atau petugas kesehatan di daerah pedesaan dalam mengurangi malnutrisi pada balita dengan mengukur nutrisi makanan balita. Prototipe berhasil menampilkan nilai protein, lemak, dan karbohidrat dalam satuan gram menggunakan display LCD, dengan setiap standar galat(error) dari protein, lemak, dan karbohidrat pada kisaran 49.24922-5024962%. Standar kalibrasi pada penelitian ini dilakukan dengan mengkalibrasi sampel data prototipe menggunakan 2 standar; (1). Standar yang ditetapkan oleh pabrik setiap merek susu yang tercancum pada setiap kemasan susu, (2). Menggunakan air mineral dengan nilai protein, lemak, dan karbohidrat setara 0. Korelasi antara data prototipe dengan gold standard melebihi 50%. Perancangan dan implementasi prototipe spektrometer berbasis LED dan phototransistor NIR dalam penelitian ini, telah berhasil dikembangkan. Karena standar galat(error) prototipe rata-rata adalah antara 49.24922-5024962%, maka penelitian ini perlu dikembangkan lebih lanjut. Pengembangan prototipe yang disarankan adalah dengan mengambil lebih banyak data sampel untuk diolah menggunakan metode regresi linier SPSS.