Transformator pada sistem kelistrikan mempunyai peranan yang penting untuk menyalurkan daya dari suatu sistem ke sistem yang lain. Adanya gangguan pada trafo tersebut berakibat pada terancamnya penyaluran daya listrik dan kinerja trafo di GITET New Ujung Berung – Bandung IBT 1 secara maksimal. Ancaman tersebut dikarenakan munculnya gejala feroresonansi pada trafo tersebut. Feroresonansi muncul dimodelkan pada sebuah aplikasi dengan data-data yang didapatkan dari lapang untuk kemudian dihitung selanjutnya hasil perhitungan dimasukkan pada parameter di aplikasi ATP Draw untuk mengetahui bagaimana respon tegangan dan arus yang ada di GITET New Ujung Berung – Bandung. Hasil yang didapat dibandingkan dengan standar-standar yang merujuk pada kategori aman atau tidak pada peralatan listrik di area sekitar trafo tersebut. Dari hasil pemodelan didapat bahwa feroresonansi pada trafo 500 kV IBT 1, pada sisi primer dan sisi sekunder berturut-turut : kondisi awal (quasi-periodic), tanpa beban (subharmonic), beban normal (fundamental), saat switching 0,2s dan 0,1s (subharmonic), saluran 15,134m dan 1513,4m (quasi-periodic dan subharmonic). Hasil feroresonansi yang didapatkan dianalisis dengan metode Fast Fourier Transform (FFT), cenderung berbahaya bagi peralatan listrik dengan hasil pemodelan. %THDV spectrum tegangan dengan frekuensi ganjil didapat ; kondisi awal 6,639%, tanpa beban 6,633%, beban normal 8,691%, pf 0,6 6,581%, pf 0,7 6,581%, pf 0,8 6,574%, pf 0,9 6,573%, switch 0,2s 7,381%, switch 0,1s 9,309%, panjang saluran 15,134m 7,659%, panjang saluran 1513,4m 6,475%. Hasil pemodelan %THDI spectrum arus didapat ; kondisi awal 1,401%, tanpa beban 6,633%, beban normal 8,691%, pf 0,6 6,581%, pf 0,7 6,581%, pf 0,8 6,574%, pf 0,9 6,573%, switch 0,2s 7,381%, switch 0,1s 9,309%, panjang saluran 15,134m 7,659%, panjang saluran 1513,4m 6,475%.