// <![CDATA[STUDI DAN MITIGASI TEMPORARY OVERVOLTAGE SALURAN TRANSMISI 500 KV GITET SURALAYA – GITET BALARAJA]]> Dr. Waluyo, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 YUSUF JAKA LAKSANA/112017005 Penulis
Dalam penyaluran energi listrik, tentu sangat diharapkan penyaluran yang baik agar terhindar dari kemungkinan terjadinya gangguan. Gangguan yang sering timbul pada saluran transmisi adalah gangguan tegangan lebih. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat perilaku gelombang tegangan lebih sementara akibat gangguan asimetris pada saluran transmisi 500 kv dengan panjang 61,517 km yang disimulasikan pada ATPDraw dan dibandingkan dengan kemampuan peralatan apakah masih aman atau tidak. Tegangan lebih sementara (TOV) yang terjadi pada fasa sehat, karena gangguan fasa ke tanah, sehingga terjadi kenaikan tegangan sebesar 0,06 % s/d 8,51%. Ketika gangguan fasa ke fasa terjadi kenaikan tegangan sebesar 0,02% s/d 0,26%, dan ketika gangguan dua fasa ke tanah terjadi kenaikan tegangan sebesar 0,91% s/d 11,57%. Ketika jarak saluran transmisi semakin panjang maka kapasitansi akan semakin besar. Jika, kapasitansi semakin besar maka resistansi gangguan akan semakin kecil. Artinya, jikalau resistansi gangguan kecil, maka kemungkinan timbulnya tegangan lebih akan semakin besar. Beberapa kasus tegangan lebih ini masih dapat ditahan oleh peralatan EHV karena masih berada dibawah standar PLN, yaitu +5% dan standar IEEE terkait tegangan frekuensi daya sebesar 56,36%. Mitigasi yang perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya gangguan adalah dengan penambahan reaktor shunt harus dilakukan jika perlu, untuk meminimalkan kerugian yang disebabkan oleh arus reaktif, karena kita tahu bahwa induktor menyerap VAR.