<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1179">
<titleInfo>
<title><![CDATA[MENSOSIALISASIKAN PERMAINAN TRADISIONAL LAYANG-LAYANG KEPADA ANAK-ANAK DENGAN MEDIA FILM DOKUMENTER]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rosita Hardiyati S.sos</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MUHAMMAD TITTO ADIWIBOWO / 33-2004-127</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Desain Komunikasi Visual]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FAD]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2009]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perkembangan zaman yang semakin modern membuat permainan layang-layang kini kian tersisih sebagai permainan dikalangan anak-anak perkotaan. Diantara dari mereka bahkan tidak mengenal apa itu permainan layang-layang. Pasalnya layang-layang merupakan warisan kebudayaan leluhur yang semestinya harus terus dilestarikan keberadaannya, terutama oleh para anak-anak di nusantara. Dengan pengamatan yang dilakukan secara mendalam maka diketahui bahwa sangat minimnya sosialisasi dan
informasi yang diberikan dari orang tua maupun guru disekolah mengenai permainan layang-layang itu sendiri. Maka oleh sebab itu sangat dibutuhkannya stimulan yang dapat memperkenalkan permainan layang-layang melalui sebuah media yang lebih baik sehingga dapat menarik perhatian anak-anak. Melalui film dokumenter pesan dan informasi yang diberikan akan lebih efektif karena mengandung unsur visual dan audio yang sangat digemari oleh anak-anak. Namun agar media ini lebih mudah dicerna khususnya oleh anak-anak maka film dokumenter dikemas dalam bentuk film dokudrama atau dengan sebuah jalan cerita.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Layang-layang, anak-anak, film dokumenter.]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[151DKC112009a]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[151DKC112009a]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1660" url="" path="/151DKV112009a.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Mensosialisasikan permainan tradisional layang-layang kepada anak-anak dengan media film dokumenter]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1179]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-03-29 09:56:54]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-09 14:07:57]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>