PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UNTUK MENDETEKSI PUTARAN KRITIS PADA POROS
Poros yang diketahui sebagai komponen penting pada suatu rangkaian mesin. Penelitian dilakukan bertujuan untuk menguji suatu poros, khususnya poros pejal. Pada putaran tertentu akan terjadi terdefleksi akibat berat dari poros maupun komponen yang bersatu dengan poros tersebut itu sendiri. Ketika terjadi defleksi paling besar pada putaran operasi tersebut yang dinamakan dengan putaran kritis. Putaran kritis poros adalah putaran yang mengakibatkan terjadinya defleksi maksimum pada poros. Poros tersebut akan diuji dengan 3 jenis pengujian dengan beban maksimal 2 kg, jenis pengujiannya yaitu pengujian tanpa beban, pengujian dengan 1 beban, dan pengujian dengan 2 beban. Masing – masing jenis pengujian dilakukan dengan putaran RPM yang berbeda dari 0 – 2000 RPM. Metode yang digunakan adalah metode Rayleight Ritz dan metode kekakuan poros yang bertujuan untuk mengetahui kondisi dimana putaran kritis akan terjadi sehingga ketika poros tersebut beroperasi diusahakan untuk tidak berputar pada kondisi putaran kritis, dari pembuatan dan pengujian alat uji mendapatkan hasil putaran dibawah 1000 RPM yaitu 771.0 untuk kondisi tanpa beban, 606.0 untuk kondisi 1 beban, dan 607.3 untuk kondisi 2 beban.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2020).PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UNTUK MENDETEKSI PUTARAN KRITIS PADA POROS ().Teknik Mesin:FTI
Chicago Style
.PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UNTUK MENDETEKSI PUTARAN KRITIS PADA POROS ().Teknik Mesin:FTI,2020.Text
MLA Style
.PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UNTUK MENDETEKSI PUTARAN KRITIS PADA POROS ().Teknik Mesin:FTI,2020.Text
Turabian Style
.PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UNTUK MENDETEKSI PUTARAN KRITIS PADA POROS ().Teknik Mesin:FTI,2020.Text