ANALISIS PENGARUH PENGADUKAN PADA KOMPOSIT MATRIX POLYPROPYLENE HIGH IMPACT (PPHI) BERPENGUAT
Komposit adalah suatu jenis bahan atau material yang terbentuk dari kombinasi antara dua atau lebih material pembentuknya melalui pencarnpuran yang tidak homogen. Serat alam merupakan serat yang banyak diperoleh di alam.
Serat alarn banyak diproduksi oleh tumbuh-tumbuhan seperti bambu, pelepah pisang, nanas, kelapa, aren atau ijuk dan lain-lain. Serat nanas merupakan salah satu jenis serat alam yang banyak tumbuh di Indonesia dan memiliki sifat mekanik yang baik serta serat alam ini merupakan penguat untuk komposit. Namun penggunaan serat ini sebagai bahan penguat dari Polypropylene High Impact (PPHI) yang banyak digunakan dalam industri otomotif sebagai matriks dalam komposit untuk aplikasi di bidang otomotif yang belum ban yak dipelajari. Proses injection molding merupakan proses yang paling banyak digunakan dalam memproduksi produk plastik. Proses injeksi dilakukan dengan memasukan bahan baku berupa butiran-butiran plastik melalui hopper dan plastik akan di panaskan dalarn barrel dengan temperatur barrel 250°C. Setelah plastik meleleh dengan temperatur tertentu, maka plastik tersebut diaduk dengan mengunakan pengadukan otomatis dimana, terdapat empat jenis pengadukan yang digunakan, yaitu pengadukan baling-baling (propeller), pengadukan turbin (turbine), pengadukan dayung (paddle) dan pengaduk helical ribbon. Dalam proses ini, pemilihan pengadukan yang digunakan adalah tipe pengadukan helical ribbon. Tipe pengadukan helical ribbon ini beroperasi pada rpm yang rendah dan dapat beroperasi pada rpm yang sesuai dengan spesifikasi mixer yang digunakan. Mixer yang digunakan berkisar pada kecepatan motor listrik 105 rpm, 180rpm, dan
408rpm. Selanjutnya plastik didorong keluar dari dalam tabung melalui nozzle untuk diinjeksikan kedalam cetakan (mold). Selanjutnya benda cetak dibiarkan membeku dan mendingin beberapa saat di dalam cetakan sebelum cetakan dilepas dan dibuka untuk mengeluarkan benda cetak. Selanjutnya diinjeksikan ke dalam cetakan atau mold. Setelah melakukan penelitian secara visual data yang didapatkan dari spesimen uji tarik, uji bending, dan uji impak dengan serat nanas fraksi volume 20% dan Mesh 170, kecepatan yang paling terbaik adalah kecepatan pengadukan 105 rpm karena pada kecepatan pengadukan 105 tingkat keseragam pada spesimen uji baik dan porositas yang dihasilkannya tidak banyak. Hasil data perbandingan antara metode pengadukan otomatis dan metode pengadukan manual yang didapat dari hasil spesimen uji tarik, uji bending, dan uji IIImpak bahwa metode manuallebih baik dibandingkan dengan metode otomatis.
Kata kunci: Injection Molding, Matriks, Serat Alam(Daun Nanas), Polypropylene High Impact (PPHI) dan Pengadukan
Detail Information
Citation
APA Style
. (2020).ANALISIS PENGARUH PENGADUKAN PADA KOMPOSIT MATRIX POLYPROPYLENE HIGH IMPACT (PPHI) BERPENGUAT ().Teknik Mesin:FTI
Chicago Style
.ANALISIS PENGARUH PENGADUKAN PADA KOMPOSIT MATRIX POLYPROPYLENE HIGH IMPACT (PPHI) BERPENGUAT ().Teknik Mesin:FTI,2020.Text
MLA Style
.ANALISIS PENGARUH PENGADUKAN PADA KOMPOSIT MATRIX POLYPROPYLENE HIGH IMPACT (PPHI) BERPENGUAT ().Teknik Mesin:FTI,2020.Text
Turabian Style
.ANALISIS PENGARUH PENGADUKAN PADA KOMPOSIT MATRIX POLYPROPYLENE HIGH IMPACT (PPHI) BERPENGUAT ().Teknik Mesin:FTI,2020.Text