// <![CDATA[INTEGRITY INSPECTION ROTOR SHAFT TURBINE PLTU 600 MW]]> 0409056902 - Prof. Meilinda Nurbanasari, ST. MT. Ph.D. Dosen Pembimbing 1 MOCHAMAD BAYU DWIADITYA / 122017083 Penulis
Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) merupakan pembangkit yang mengandalkan energi kinetik dari uap untuk menghasilkan energi listrik. Rotor shaft turbine sebagai salah satu komponen utama pada sistem PLTU yang sudah dioperasikan selama lebih dari 30 tahun sehingga komponen mengalami degradasi. Maka dari itu perlu dilakukan inspeksi terhadap komponen tersebut sebelum dapat digunakan kembali. Metodologi untuk melakukan inspeksi integritas adalah pengujian tidak merusak (NDT) seperti pemeriksaan visual, dye penetrant, eddy current , phased array ultrasonic test, uji kekerasan, uji komposisi kimia dan analisis struktur mikro menggunakan teknik replika. Berdasarkan hasil komposisi kimia, kekerasan dan analisis struktur mikro menunjukkan bukti bahwa material rotor shaft turbine sesuai dengan standar ASTM A470 kelas 4. Pemeriksaan visual dan dye penetrant menunjukkan bahwa terdapat adanya pitting, goresan dan korosi, namun pada eddy current menunjukkan tidak adanya retakan serta pada phased array ultrasonic test tidak ditemukan cacat bagian dalam, hal ini menunjukkan bahwa cacat hanya terjadi di permukaan. Dari hasil pemeriksaan dapat disimpulkan bahwa rotor turbin masih dapat dioperasikan kembali. Kata Kunci : Rotor shaft, Inspeksi integritas, Pengujian tidak merusak, cacat