// <![CDATA[STRATEGI PENGELOLAAN JAM KERJA TENAGA MEDIS DENGAN PELINDUNG DIRI LENGKAP BERDASARKAN BEBAN KERJA DAN KELELAHAN MENTAL]]> 0409066802 - Dr. Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 ILHAM NAUFAL ANAZ /13-2016-005 Penulis
Sejak pandemi virus Covid-19 petugas medis di unit-unit tertenty diharuskan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap selama bekerja yaitu masker N95, hazmat, sepatu boots, face shield, dan sarung tangan. Bahan hazmat harus tahan terhadap penetrasi cairan, aeroso, airborne dan partikel sehingga panas tubuh tidak keluar, sehingga menyebabkan suhu dalam hazmat menjadi tinggi. Lingkungan adalah salah satu sumber stress petugas Instalasi Gawat Darurat (IGD) perlu memiliki kecepatanm konsentrasi, ketelitian, dan kewaspadaan lebih tinggi selama menangani pasien darurat harus dapat mengangani pasien darurat dengan kecepatan, konsentrasi, ketelitian, dan kewaspadaan lebih tinggi dari pasien di tempat lain. Heart Rate Variability digunakan untuk mengukur kelelahan selama 8 jam kerja petugas medis berpelindung. Terdapat perubahan HRV dan PVT yang signifikan selama bekerja, namun tidak demikian halnya dengan FAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga medis berpelindung hazmat mengalami peningkatan beban kerja dan kelelahan mental. Kata kunci: HRV; PVT; FAS