KAJIAN PENGARUH TEKANAN PANAS TERHADAP BEBAN KERJA FISIK PADA KEGIATAN OUTDOOR
Bekerja di lingkungan panas dengan kombinasi radiasi matahari dapat memicu heat stress dan berdampak pada mekanisme kerja jantung. Kerja jantung membantu peredaran oksigen ke bagian otot serta membawa energi panas tubuh keluar menuju kulit, berupa keringat. Keringat berfungsi menjaga suhu tubuh tetap dalam kondisi normal pada saat terpapar panas. Penelitian ini mengkaji tekanan panas terhadap beban kerja fisik pada kegiatan outdoor, dengan 30 orang partisipan, yang berlari di lapangan pada siang hari dengan paparan matahari. Pengukuran suhu lingkungan menggunakan indeks WBGT dan pengukuran fisiologi terhadap detak jantung, saturasi oksigen dan tingkat penguapan keringan (sweat rate) dilakukan sebelum dan setelah berlari. Hasil pengukuran menunjukkan terjadi peningkatan suhu dari 20.8°C sampai 32.8°C. Rata-rata konsumsi energi adalah 28.4 kJ/ min, yang mendekati klasifikasi kerja berat, sedangkan rata-rata saturasi oksigen adalah 99% dan sweat rate 0.0088 kg/ min. Oleh karena itu pada kondisi tersebut perlu dibuat interval kerja untuk mengurangi kerja jantung.
Kata Kunci: Tekanan Panas, Indeks Suhu Bola Basah, Detak Jantung, Tingkat penguapan keringat, Saturasi Oksigen
Detail Information
Citation
APA Style
. (2021).KAJIAN PENGARUH TEKANAN PANAS TERHADAP BEBAN KERJA FISIK PADA KEGIATAN OUTDOOR ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.KAJIAN PENGARUH TEKANAN PANAS TERHADAP BEBAN KERJA FISIK PADA KEGIATAN OUTDOOR ().Teknik Industri:FTI,2021.Text
MLA Style
.KAJIAN PENGARUH TEKANAN PANAS TERHADAP BEBAN KERJA FISIK PADA KEGIATAN OUTDOOR ().Teknik Industri:FTI,2021.Text
Turabian Style
.KAJIAN PENGARUH TEKANAN PANAS TERHADAP BEBAN KERJA FISIK PADA KEGIATAN OUTDOOR ().Teknik Industri:FTI,2021.Text