PENETAPAN TARIF PADA REAKTIVASI KERETA API BANDUNG – CIWIDEY BERDASARKAN PENDEKATAN ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP)
Peningkatan akan moda transportasi berdampak semakin parahnya permasalahan transportasi di Bandung. Permasalahan yang terjadi adalah kemacetan yang sering di jumpai di setiap sudut kota. Menindaklanjuti permasalahan tersebut, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) berencana mereaktivasi atau menghidupkan kembali jalur kereta api Bandung - Ciwidey. Penelitian ini bertujuan untuk analisa penetapan tarif berdasarkan kesediaan dan kemampuan membayar masyarakat dengan metode Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP). Hasil penelitian dari 100 responden menunjukkan nilai rata-rata WTP responden jauh lebih besar dari pada nilai ATP responden yaitu rata-rata WTP responden sebesar Rp 19.448 sedangkan rata-rata ATP responden sebesar Rp 14.677. Dimana pada penelitian ini ditetapkan tarif yang ideal untuk Kereta Api Bandung – Ciwidey yaitu tarif kereta sama dengan nilai ATP sebesar Rp 14.677. Penentuan ATP sama dengan tarif dilakukan karena ATP merupakan fungsi dari kemampuan membayar responden, sehingga nilai tarif yang ditetapkan sedapat mungkin tidak melebihi nilai ATP.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2020).PENETAPAN TARIF PADA REAKTIVASI KERETA API BANDUNG – CIWIDEY BERDASARKAN PENDEKATAN ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.PENETAPAN TARIF PADA REAKTIVASI KERETA API BANDUNG – CIWIDEY BERDASARKAN PENDEKATAN ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) ().Teknik Sipil:FTSP,2020.Text
MLA Style
.PENETAPAN TARIF PADA REAKTIVASI KERETA API BANDUNG – CIWIDEY BERDASARKAN PENDEKATAN ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) ().Teknik Sipil:FTSP,2020.Text
Turabian Style
.PENETAPAN TARIF PADA REAKTIVASI KERETA API BANDUNG – CIWIDEY BERDASARKAN PENDEKATAN ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) ().Teknik Sipil:FTSP,2020.Text