// <![CDATA[KAJIAN KEBUTUHAN PERLINTASAN TIDAK SEBIDANG PADA PERLINTASAN KERETA API DI JALAN GATOT SUBROTO, CIMAHI]]> 8860110016 - Silvia Sukirman., Ir.,M. Si Dosen Pembimbing 1 ELSA SUNDARI/222015106 Penulis
Perlintasan sebidang rel kereta api di Jalan Gatot Subroto, Cimahi menyebabkan kemacetan saat pintu perlintasan kereta api ditutup, sehingga untuk membuktikan bahwa kemacetan yang terjadi diakibatkan oleh pintu perlintasan ditutup maka perlu dilakukan kajian tingkat kinerja ruas jalan saat pintu perlintasan dibuka. Kajian tingkat kinerja ruas jalan menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia Tahun 2014, dari hasil analisis nilai derajat kejenuhan (DJ) untuk tipe jalan 2/1 saat pagi 0,31 dan sore 0,28, dan tipe jalan 3/1 saat pagi 0,23 dan sore 0,21. Kecepatan tempuh dari hasil survei saat pagi diperoleh 35,43 km/jam, dan sore 36,51 km/jam, sedangkan dari hasil analisis untuk tipe jalan 2/1 saat pagi diperoleh 52,63 km/jam, dan sore 53,63 km/jam, sedangkan untuk tipe jalan 3/1 saat pagi diperoleh 52,06 km/jam, dan sore 52,55 km/jam. Frekuensi penutupan pintu perlintasan kereta api rata-rata 3 kali selama 1 jam. Durasi penutupan 120- 210 detik, dan rata-rata lama durasi 159 detik. Tundaan akibat penutupan rata-rata 184,16 detik, tundaan terbesar 294,67 detik, dan terkecil 71,28 detik. Nilai DJ, dan kecepatan tempuh pada saat tidak ada penutupan pintu perlintasan menunjukan tingkat kinerja jalan baik, sehingga ruas Jalan Gatot Subroto dan perlintasan kereta api harus dipisah dengan dibuat menjadi perlintasan tidak sebidang (fly over).