KAMPANYE DETEKSI DINI GEJALA ANAK AUTIS
Tahun 2009 anak autis semakin bertambah, 13 per 10.000 anak mengalami autis. Anak autis bukan bencana atau aib bagi keluarga. Mereka adalah anak-anak yang memerlukan kasih sayang, pembinaan, dan pendidikan seperti halnya anak normal yang kelak mereka bisa hidup mandiri. Fakta yang terjadi pada saat ini adalah orang tua tidak merasa bahwa anaknya mengalami autis, padahal masalah ini sangat penting untuk diperhatikan oleh orang tua. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimen, karena metode ini adalah metode penelitian mencari dan mencoba apa yang dapat membantu dalam menyelesaikan masalah secara Desain Komunikasi Visual, solusi yang ditawarkan adalah kampanye. Target audience dari kampanye ini adalah orang tua. Kampanye ini mempunyai 4 tahapan, yaitu tahap 1 adalah menyadarkan target audience bahwa deteksi dini sangat penting, tahap 2 adalah memberi
informasi tentang gejala anak autis, tahap 3 yaitu membujuk orang tua agar melakukan deteksi dini gejala anak autis, dan tahap 4 mengingatkan target audience. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini melalui kampanye tentang deteksi dini gejala anak autis dengan media poster, iklan majalah, iklan facebook, website, buku panduan, folder, dan gimmick.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2009).KAMPANYE DETEKSI DINI GEJALA ANAK AUTIS ().Desain Komunikasi Visual:FAD
Chicago Style
.KAMPANYE DETEKSI DINI GEJALA ANAK AUTIS ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2009.Text
MLA Style
.KAMPANYE DETEKSI DINI GEJALA ANAK AUTIS ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2009.Text
Turabian Style
.KAMPANYE DETEKSI DINI GEJALA ANAK AUTIS ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2009.Text