// <![CDATA[USULAN ATRIBUT MAKANAN RINGAN MENGGUNAKAN METODE CONJOINT ANALYSIS (Studi Kasus di PT Torio)]]> 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Penulis ANDIKA CANDRA KRISTIAWAN / 132017046 Penulis
Perusahaan mengalami permasalahan pada penjualan produk makanan ringan kurang diminati oleh konsumen.Hal ini disebabkan karena karakteristik produk tidak sesuai dengan keinginan serta kebutuhan konsumen. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah menentukan atribut makanan ringan sehingga sesuai dengan keinginan konsumen.Conjoint analysis merupakan suatu teknik multivariat yang khusus digunakan untuk mengetahui bagaimana konsumen mengembangkan preferensi terhadap suatu produk atau jasa (Ghozali, 2018). Pengembangan preferensi konsumen dilakukan dengan cara peneliti melakukan penyusunan stimuli (kombinasi atribut) yang diberikan kepada konsumen untuk dilakukan penilaian dan memberikan evaluasi dengan menggunakan ranking atau rating. Kombinasi atribut yang paling disukai oleh responden adalah keripik singkong dengan harga Rp10.000-Rp15.000 dengan tingkat kerenyahan sangat renyah, tingkat kegurihan adalah gurih, tingkat kepedasan cukup pedas, tingkat keasinan adalah asin serta varian rasa original. Berdasarkan tingkat kepentingan atribut, responden menganggap penting faktor kerenyahan sebesar 28,272% sedangkan atribut tingkat keasinan merupakan atribut dengan tingkat kepentingan paling rendah yaitu 7,947%. Saran bagi perusahaan dalam mengatasi permasalahan adalah dengan cara memperbaiki atribut-atribut yang melekat pada produk tersebut. berdasarkan hasil penelitian bahwa atribut yang dipentingkan oleh responden adalah tingkat kerenyahan, tingkat kepedasan, tingkat kegurihan, harga, varian rasa dan tingkat keasinan. Penelitian ini dapat menjadi sebuah referensi bagi penelitian selanjutnya dengan berbagai pengembangan dalam penelitiannya Kata kunci : analisis konjoin, preferensi, full profile approach, tingkat kepentingan, kombinasi atribut