// <![CDATA[PENENTUAN PRIORITAS PENJUALAN SAYURAN ORGANIK DI GAPOKTAN LEMBANG AGRI MENGGUNAKAN METODE KLASTERISASI K-MEANS]]> 0416027602 - Fahmi Arif, S.T., M.T., Ph.D Dosen Pembimbing 1 Alif Ulfa Afifah, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 AGUNG LAKSAMANA / 132017081 Dosen Pembimbing 1
Keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh produsen sayuran organik, menyebabkan tidak dapat terpenuhinya seluruh permintaan konsumen yang jenisnya sangat beragam. Produsen harus dapat melakukan pengambilan keputusan dalam menentukan prioritas jenis sayuran organik yang akan dipasarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan jenis sayuran organik dan menentukan kelompok prioritas penjualan berdasarkan karakteristiknya. Pendekatan yang digunakan yaitu data mining menggunakan metodologi CRISP-DM dan teknik yang digunakan yaitu klasterisasi k-means dengan menggunakan atribut jumlah permintaan, harga sayuran, profit, kontinuitas permintaan, lokasi toko dan jarak pengiriman untuk mengelompokkan sayuran berdasarkan karakteristiknya. Jumlah klaster terbaik berdasarkan nilai Davies-Bouldin Index (DBI) terkecil yaitu 38 klaster optimal dengan nilai DBI 0,122. Klaster yang menjadi prioritas yaitu klaster 19 dengan karakteristik permintaannya kontinu, kuantitas permintaannya banyak, jarak pengiriman dekat, daya tahan sayurnya cukup untuk 1-2 hari dan memberikan profit yang besar. Di dalam klaster 19 ini terdapat 8 jenis sayuran organik dan di antara ke-8 jenis sayuran organik tersebut, Head Lettuce merupakan sayuran dengan kuantitas permintaan terbanyak dan memberikan profit terbesar, sehingga dapat diputuskan sebagai sayuran yang menjadi prioritas penjualan tertinggi. Penelitian ini membuktikan k-means mampu mengelompokkan sayuran berdasarkan karakteristiknya sehingga mempermudah proses pengambilan keputusan oleh produsen untuk menentukan prioritas penjualan. Kata kunci: Data Mining; Davies-Bouldin Index (DBI); Klasterisasi; K-Means; Prioritas Penjuala