// <![CDATA[ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN METODE ELEMEN HINGGA 3 DIMENSI STUDI KASUS KELONGSORAN LERENG JONGGOL BOGOR]]> 0422087303 - Dr. techn Indra Noer Hamdhan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Nirpan Lesmana/222016205 Penulis
Longsor merupakan bencana alam yang merugikan, salah satunya pada lokasi Desa Bendungan, Kec. Jonggol, Kab. Bogor. Penyebab terjadinya longsor adalah intensitas hujan yang tinggi sehingga menyebabkan kerusakan pada bangunan Sekolah terpadu. Penanganan longsoran yang digunakan adalah dinding penahan tanah yang dikombinasikan dengan bored pile dan dimodelkan dengan model permukaan oleh PLAXIS3D. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh muka air tanah, pengaruh metode konstruksi galian dan pengaruh gaya gempa terhadap faktor keamanan. Hasil analisis dengan model eksisting diperoleh nilai faktor keamanan sebesar 1,157 pada muka air tanah (MAT) normal dan faktor keamanan 1,136 pada MAT kritis sehingga kedua kondisi tersebut dalam keadaan tidak stabil karena faktor keamanan dibawah 1,25. Metode konstruksi galian bertahap merupakan konstruksi yang aman digunakan saat MAT normal dengan nilai faktor keamanan lebih dari 1,25, namun dengan metode yang sama saat MAT kritis nilai faktor keamanan kurang dari 1,25. Setelah diberikan perkuatan dengan dinding penahan tanah dan bored pile kemudian diberikan gaya gempa pseudostatik dengan analisis jangka panjang diperoleh nilai faktor keamanan pada kondisi MAT normal sebesar 1,17 dan nilai faktor keamanan pada kondisi MAT kritis kurang dari 1,1. Oleh karena itu diperlukan sistem drainase yang baik pada dinding penahan tanah agar tidak tercapai kondisi MAT kritis.