PEMODELAN LALU LINTAS KOTA CIREBON
Penggunaan kendaraan penumpang di Kota Cirebon didominasi oleh sepeda motor, menurut Dinas Perhubungan Kota Cirebon pada tahun 2018 tercatat 80% kendaraan sepeda motor sebanyak 157.014 kendaraan dan 20% oleh kendaraan mobil sebanyak 30.997 kendaraan. Sebagai kota yang sedang berkembang menuntut masyarakat untuk melakukan interaksi pergerakan di berbagai tempat. Semakin meningkatnya pergerakan lalu lintas, maka permasalahan transportasi juga semakin kompleks seperti masalah kemacetan yang sering terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergerakan kendaraan penumpang di Kota Cirebon dengan melakukan pemodelan menggunakan aplikasi PTV Visum 18 dengan cara membandingkan kinerja ruas jalan sebelum pemodelan dan sesudah pemodelan. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan pemodelan didapat pergerakan lalu lintas tertinggi terjadi pada ruas Jalan Kesambi dengan arus sebesar 2580 smp/jam dengan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,87 dan pergerakan lalu lintas terendah terjadi pada ruas jalan Jalan Sisingamangaraja dengan arus sebesar 942 smp/jam dengan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,43. Artinya pemodelan lalu lintas menggunakan aplikasi PTV Visum tidak begitu efektif Karena data Arus lalu lintas model lebih besar dari data Arus lalu lintas yang ada di lapangan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2020).PEMODELAN LALU LINTAS KOTA CIREBON ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.PEMODELAN LALU LINTAS KOTA CIREBON ().Teknik Sipil:FTSP,2020.Text
MLA Style
.PEMODELAN LALU LINTAS KOTA CIREBON ().Teknik Sipil:FTSP,2020.Text
Turabian Style
.PEMODELAN LALU LINTAS KOTA CIREBON ().Teknik Sipil:FTSP,2020.Text