// <![CDATA[DESAIN LAYOUT BREAKWATER PADA PILOT PROJECT DERMAGA APUNG, KALIBARU, JAKARTA UTARA]]> 0424097803 - Yessi Nirwana Kurniadi., S.T., M.T., Ph.d Dosen Pembimbing 1 Dr. Eng Fitri Suciaty, S.Si., M.Si Dosen Pembimbing 2 Yohanna Augusta Ulim/222013198 Penulis
Pada tahun 2010 dibawah kerjasama pemerintah Indonesia dan pemerintah Belanda dimulailah proyek pengembangan terpadu pesisir Ibukota Negara. Sebagai kompensasi dari proyek tersebut maka dibuatlah dermaga apung di Kalibaru untuk para nelayan. Untuk memudahkan kapal yang akan melakukan bongkar muat di dermaga maka tinggi gelombang di sekitar dermaga tidak lebih dari 0,5 m. Namun berdasarkan kajian tinggi gelombang yang dilakukan oleh PUPR, tinggi gelombang di kawasan Kalibaru berkisar antara 0,75-1 m. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meredam tinggi gelombang di sekitar dermaga apung adalah dengan membangun breakwater. Pemodelan hidrodinamika dan boussinesq wave dengan menggunakan software MIKE21 dilakukan untuk dua alternatif desain layout breakwater, yaitu breakwater bentuk offshore connected dan nearshore connected. Hasil analisis pemodelan menunjukkan setelah adanya breakwater offshore connected tinggi gelombang signifikan yang berada di sekitar dermaga menjadi 0,3 m saat kondisi pasang purnama, sedangkan tinggi gelombang disekitar dermaga untuk desain layout breakwater nearshore connected mencapai 0,7 m saat kondisi pasang purnama. Desain layout breakwater offshore connected dapat digunakan untuk meredam tinggi gelombang di kawasan dermaga apung Kalibaru.