// <![CDATA[FILM ANIMASI PANGERAN DIPONEGORO]]> Krisnayadi Satriagama / 33.2004.009 Penulis Aries Kurniawan, S.Sn. Dosen Pembimbing 2 Ramlan, S.Sn. Penulis
Indonesia merupakan negara yang luas, kaya akan bermacam – macam suku bangsa, bahasa, adat istiadat, baju daerah, sampai cerita rakyatnya pun beragam. Itu semua terkandung dalam sejarah bangsa Indonesia, Sejarah itu merupakan hal yang penting, dikarenakan dalam perjuangan bangsa Indonesia dapat dipetik nilai – nilai positifnya yang terkandung. namun tidak sedikit pula yang sudah melupakan. Hal itu dikarenakan lembaga pemerintah yang hanya menggunakan media pendidikan melalui pelajaran sejarah untuk mengenalkan dan mempelajari sejarah Indonesia serta tidak adanya lembaga lain yang mengemas cerita sejarah secara lebih baik dan bersifat menghibur. Pendidikan merupakan hal yang wajib di setiap negara. Metoda mengajarnya pun berbeda – beda d setiap negara. Di Indonesia mengunakan metoda membaca buku untuk menyampaikan pendidikan dari Taman Kanak – kanak hingga Perguruan Tinggi. Taman kanak – kanak memulai mempelajari hal – hal yang bersifat simple dan basic seperti membaca, belajar mewarnai, berinteraksi dengan orang lain, dan bermain. Di Sekolah Dasar anak – anak sudah mulai dituntut untuk membaca dan menghafal serta mulai mempelajari hal – hal yang levelnya sedikit rumit tetapi tetap bersifat basic.Sekolah Menengah Pertama dan Sekoplah Menengah Atas sudah dituntut untuk sedikit mandiri dan mulai mempelajari hal – hal yang sedikit susah, Dan di perguruan tinggi sudah di tuntut kemandiriannya dalam segala hal. Dengan bertambahnya usia, anak – anak sudah memulai berinteraksi dengan orang banyak, perkembangan otaknya pun semakin baik, daya hafalnya mulai terasah, dan mulai menghafal apa yang mereka lihat, dengar baik melalui media televisi atau lainnya. Dulu sebelum Televisi ada, Semua hal disampaikan melalui bentuk tulisan dengan menggunakan buku sebagai media untuk menyampaikan pesan. Tetapi seiring kemajuan jaman, hal itu sudah tidak berlaku lagi. Sekarang pesan – pesan disampaikan bukan melalui media tulisan saja tetapi tergantikan perannya oleh media visual. Tidak bisa dipungkiri mengenalkan sejarah melalui media buku pelajaran sangatlah susah. Mengingat jaman sekarang tradisi membaca sudah tergantikan dan anak – anak tidak menyukai hal – hal yang bersifat belajar, mereka lebih menyukai hal – hal yang sifatnya bermain sambil belajar. Namun faktanya lembaga pemerintahan masih menggunakan media buku sebagai alat untuk menyampaikan pendidikan.