// <![CDATA[KAMPANYE UNTUK MENCEGAH KEBIASAAN BOHONG PADA ANAK]]> Ozzie Fanesza / 33.2004.013 Penulis Ganis Resmisari, M.Ds. Dosen Pembimbing 2 Rosa Karnita, M.Sn. Dosen Pembimbing 1
Siapa pun itu, pasti pernah berbohong tanpa pandang usia. Malah, si kecil pun bisa melakukannya. Orangtua mana yang tidak bingung dan sedih ketika mengetahui anakanak yang dibesarkannya dengan susah payah tumbuh menjadi anak-anak yang suka bohong. Misalnya saja, ketika ditanya ke mana saja seharian, mereka menjawab belajar kelompok, padahal seharian si anak bermain bola di lapangan. Atau ketika ditanya kenapa bajunya kotor, si anak akan menjawab karena jatuh, padahal mereka berkelahi di sekolah. Kebohongan-kebohongan kecil yang dilakukan anak kepada orangtuanya merupakan bentuk perlindungan diri yang dibuat anak dengan sedemikian rupa karena hasratnya untuk melindungi diri dari rasa takut ketika dimarahi. Orangtua yang seharusnya berperan penting untuk mencegah/menghadapi kebiasaan bohong pada anak ini malah sering menjadi korban kebohongan si anak. Sehingga dibuatlah sebuah kampanye yang dimaksudkan untuk memberi informasi kepada orangtua mengenai dampak, penyebab serta solusi untuk menghadapi kebiasaan berbohong pada anak tersebut.