// <![CDATA[APLIKASI BIOLEACHING DALAM PEMISAHAN ION LOGAM Fe, Cu dan Mn DARI MINERAL PIRIT MENGGUNAKAN BAKTERI THIOBACILLUS FERROOXIDANS DAN JAMUR ASPERGILLUS NIGER]]> 0406077102 - Ronny Kurniawan S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 WILDA SHAFIRA NUGROHO / 14-2017-005 Penulis APRILYANI PUTRI / 14-2017-013 Penulis
Mineral pirit adalah mineral dengan kandungan besi yang tinggi. Pemisahan mineral pirit menjadi senyawa atau unsur logam dapat dilakukan dengan menggunakan proses bioleaching. Penelitian ini secara umum bertujuan mengaplikasikan proses bioleaching pada pemisahan ion logam Fe, Mn dan Cu pada mineral pirit dengan menggunakan bakteri T.ferrooxidans dan jamur A.niger. Parameter yang digunakan yaitu temperatur bioleaching sebesar 37℃, jumlah mikroorganisme yang digunakan 10% dari total volume kerja, perbandingan massa bahan terhadap volume pelarut 10 gram pirit/100mL pelarut aqua DM dan ukuran pirit mesh 30/40. Variabel yang digunakan yaitu jamur A. niger dan bakteri T. ferrooxidans dengan waktu bioleaching direntang 15-70 hari. Berdasarkan hasil penelitian, semakin lama waktu bioleaching menggunakan bakteri T.ferrooxidans, konsentrasi dan %yield ion logam yang terekstraksi akan semakin tinggi untuk logam Fe dan Cu sedangkan untuk logam Mn semakin menurun dan bioleaching menggunakan jamur A.niger konsentrasi dan %yield ion logam yang terekstraksi mengalami penurunan pada semua ion logam. Konsentrasi ion logam yang terekstraksi dengan bakteri T.ferrooxidans tertinggi diperoleh untuk ion logam Fe sebesar 7,772 ppm dan %yield ion logam yang terekstraksi tertinggi diperoleh untuk ion logam Mn sebesar 13,84%. Konsentrasi ion logam yang terekstraksi dengan jamur A. niger tertinggi diperoleh untuk ion logam Fe sebesar 3,5304 ppm dan %yield ion logam yang terekstraksi tertinggi diperoleh untuk ion logam Fe sebesar 1,69%. Kata Kunci : Pirit, Bioleaching, Thiobacillus ferrooxidans, Aspergillus niger