// <![CDATA[PEMBUATAN BIOETANOL DARI TANAMAN ECENG GONDOK MELALUI PROSES HIDROLISIS ASAM DAN ENZIMATIS SERTA FERMENTASI SECARA BATCH]]> 0406077102 - Ronny Kurniawan S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 MOCH RIZAL PRIATNA / 14-2017-040 Penulis WIMA HAIKAL PALIT / 14-2017-042 Penulis
Eceng gondok atau Eichornia crassipes merupakan tumbuhan air tawar yang dikenal sebagai gulma yang pertumbuhannya sangat cepat. Tumbuhan ini banyak ditemukan di Indonesia khususnya di perairan tawar yang menyerap nutrien dalam pertumbuhannya. Tanaman eceng gondok memiliki potensi salah satunya bisa dikonversi menjadi bioetanol yang memiliki beberapa kegunaan antara lain sebagai bahan baku di industri kimia, pelarut, bahan antiseptic, dan sebagai pensubstitusi bahan bakar bensin. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk memproduksi bioetanol dari tanaman eceng gondok dengan menggunakan batch fermentor. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini yaitu menentukan proses hidrolisis terbaik antara hidrolisis asam dan hidrolisis enzimatis dari tanaman eceng gondok berdasarkan nilai glukosa yang diperoleh. Penelitian ini dilakukan menggunakan batch fermentor. Bahan yang digunakan adalah eceng gondok yang terlebih dahulu dihidrolisis menjadi glukosa. Temperatur yang digunakan pada hidrolisis asam yaitu 90°C, 100°C, dan 110°C dan hidrolisis enzimatis pada suhu 35°C. Waktu yang diperlukan untuk hidrolisis asam yaitu 90 menit dan hidrolisis enzimatis 24 jam, 48 jam, 72 dan 96 jam. Jenis asam yang digunakan untuk hidrolis asam yaitu H2SO4 dengan konsentrasi 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, dan 12% dan jenis mikroorganisme yang digunakan untuk hidrolisis enzimatis yaitu Trichoderma viride. Berdasarkan hasil penelitian didapat glukosa dari hidrolisis asam terbaik dengan konsentrasi sebesar 0,1978 g/mL sebanyak 9 mL dengan konsentrasi asam 12% pada suhu 100°C dan bahan yang digunakan adalah batang dengan perolehan %yield glukosa terhadap massa eceng gondok kering sebesar 44,51% dan %yield glukosa terhadap massa eceng gondok basah sebesar 5,34%. Didapat juga glukosa dari hidrolisis enzimatis terbaik dengan konsentrasi sebesar 0,1240 g/mL sebanyak 100 mL dengan suhu hidrolisis 35ºC dan waktu hidrolisis 96 jam, didapat perolehan %yield glukosa terhadap massa eceng gondok kering sebesar 27,54% dan %yield glukosa terhadap massa eceng gondok basah sebesar 3,31%. Proses fermentasi menggunakan glukosa umpan dari hasil hidrolisis asam terbaik dengan konsentrasi sebesar 0,1978 g/mL dan perolehan konsentrasi bioetanol dari proses fermentasi 17,90% v/v, %yield bioetanol terhadap glukosa terkonsumsi sebesar 37,08%, %yield bioetanol terhadap massa selulosa sebesar 15,21%, %yield bioetanol terhadap massa eceng gondok kering sebesar 7,63%, %yield bioetanol terhadap massa eceng gondok basah sebesar 0,92% menggunakan batch fermentor dengan sistem free cell. Kata Kunci: Bioetanol, Eceng Gondok, Fermentasi, Glukosa, Hidrolisis