// <![CDATA[ANALISIS NILAI KALOR BIOBRIKET AMPAS BAGLOG JAMUR BERDASARKAN JENIS PEREKAT DAN SUHU MENGGUNAKAN METODE TOREFAKSI]]> 0419019103 - Vibianti Dwi Pratiwi, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 DICKI PANGESTU RAMADHAN / 14-2017-029 Penulis DEFIANA PRATIWI / 14-2017-055 Penulis
Konsumsi bahan bakar setiap tahunnya meningkat dan bahan bakar yang paling banyak dikonsumsi merupakan bahan bakar fosil yang ketersediannya semakin menipis. Bahan bakar fosil dalam penggunaannya menghasilkan gas emisi rumah kaca sehingga diperlukan sumber energi alternatif lain. Biomassa merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat dijadikan alternatif energi. Untuk memaksimalkan pemanfaatan energi biomassa dilakukan pembriketan biomassa. Salah satu biomassa yang dapat digunakan adalah limbah baglog jamur. Baglog jamur merupakan limbah media tanam jamur yang sudah tidak produktif yang dapat mencemari lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. Untuk itu baglog jamur dimanfaatkan sebagai biobriket. Biobriket merupakan bahan bakar padat yang dapat digunakan sebagai energi alternatif dengan bentuk tertentu. Metode yang digunakan untuk pembuatan briket adalah metode pemanasan torefaksi pada temperatur 200 – 300°C. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi limbah baglog jamur yang berasal dari industri budidaya jamur menjadi suatu biobriket dengan proses torefaksi dengan menggunakan getah pinus, getah jarak, tepung tapioka, tepung terigu dan molase sebagai perekatnya. Suhu torefaksi yang digunakan 200°C, 250°C, dan 300°C. Dengan waktu torefaksi selama 90 menit, 150 menit, dan 180 menit. Konsentrasi perekat yang digunakan 10%b dan 20%b dengan simulasi nilai kalor. Selain itu juga dilakukan analisis nilai kalor, kadar air dan kadar terhadap briket yang dibuat. Kata Kunci: Baglog Jamur, Biobriket, Biomassa, Perekat, Torefaksi