SARANA APRESIASI DAN PERTUNJUKAN SENI TRADISIONAL JAWA BARAT DI BANDUNG
Keanekaragaman budaya Indonesia merupakan aset kekayaan bangsa yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan nilai luhur etnis bangsa yang perlu dipelihara, dibina dan dikembangkan. Selain potensi alam, potensi budaya ini dapat menjadi andalan bagi pengembangan pariwisata Indonesia yang harus diperhitungkan dalam era globalisasi dan perdagangan bebas agar kepentingan ekonomis ( berupa devisa Negara ) dan kepentingan budaya dapat diraih. Seiring dengan berkembangnya pola hidup serta tatanan dalam masyarakat yang tidak terlepas dari segala bentuk-bentuk kebudayaan materi, maka kegiatan-kegiatan berkesenian sangat dibutuhkan sebagai pemenuhan kebutuhan spiritual manusia.
Kesenian tradisional Jawa Barat adalah salah satu kesenian dari berbagai kesenian yang ada di Negara Indonesia, yang berupa penghayatan dan konsentrasi yang bersifat hiburan, ringan dan gembira.
Kota bandung yang keberadaannya relatif dekat dengan ibukota Jakarta berperan sebagai second gate pariwisata Indonesia setelah Bali dan Jakarta sendiri. Jenis pariwisata yang menjadi andalan dari
wilayah pengembangan wisata di Bandung dititik beratkan pada pariwisata budaya dan wisata alam.
Untuk wisata budaya di Bandung, keberadaan ‘kantung-kantung budaya’ yang berupa sanggar seni dan jenis kesenian tradisional yang beragam tersebar dideerah lain di Jawa Barat merupakan potensi yang dapat terus digali dan dikembangkan menjadi objek wisata. Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Jawa Barat mencatat bahwa dari tahun ke tahun jumlah proyeksi arus wisatawan ke wilayah pengembangan wisata Bandung, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara terus berkembang hal ini dapat dilihat pada table I ( pada lampiran ) bahwa dalam kurun waktu lima tahun arus wisatawan terus meningkat.
Kondisi Bandung sebagai jantung kota Jawa Barat, yang idealnya dapat berperan sebagai etalase yang dapat mempresentasikan pertunjukan kesenian-kesenian tradisional yang berada di daerah lain di Jawa Barat, ternyata belum memiliki sarana kota yang berupa sarana yang dapat berfungsi sebagai tempat untuk menggali, mengembangkan, memelihara dan mempertunjukan kesenian tradisional Jawa Barat secara layak melalui kegiatan-kegiatan budaya yang berkualitas dan terencana sehingga dapat merangsang tumbuhnya kreatifitas-kreatifitas seniman dan peningkatan daya apresiasi masyarakat. Kota Bandung sebagai Kota Kebudayaan dan Pendidikan dituntut untuk dapat memiliki citra tersebut secara nyata dalam konteks pengembangan edukasi, apresiasi dan rekreasi.
Hal ini harus ditunjang oleh pengadaan suatu wadah yang representatif, yang dapat menampung dan mengintegrasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan kebudayaan dan
pendidikan. Keberadaan perkumpulan-perkumpulan kesenian dan seniman di Kodya Bandung mempunyai potensi yang sangat besar untuk dilibatkan dalam pengembangan wisata seni budaya. Keberadaan
perkumpulan-perkumpulan seni tersebut dapat dijadikan tulang punggung dalam mempertunjukan seni tradisional dan tempat pengembangan bakat dari generasi muda yang mempunyai minat yang besar terhadap kesenian tradisional Jawa Barat, terutama seni musik dan seni tari yang sangat berkembang didaerah Jawa Barat ini. Jumlah total organisasi kesenian dan seniman yang terdapat di Kodya
Bandung pada tahun 1994/1995 menurut Bidang Kesenian Kanwil Depdikbud Jawa Barat adalah 11.231 Organisasi dan 129.310 Seniman. ( Tabel II pada Lampiran ).
Pada tahun 1980, ‘Proyek Peningkatan Kebudayaan daerah Jawa Barat’ telah mencatat kesenian yang pernah hidup dan berkembang di masa lampau hingga 352 buah kesenian, yang dapat digolongkan menjadi tiga golongan,yaiyu seni musik, seni tari dan seni teater, dan Apabila dirumpunkan dapat dibedakan menjadi tiga jenis rumpun yaitu rumpun angklung, beladiri, celempungan, debus (teater trans), ebeg, gamelan, helaran (seni arak-arakan / pawai), ibingan, janaka sunda, kacapian, longser, macakal/ mandiri, ngotrek / gondang, ogle (reog dolang), pantun, qasidah (seni yang bernafaskan islam), roronggengan, sandiwara, terebang, ujung lautab, vakalia / sekaran dan wayang. Hal ini menunjukan bahwa daerah Jawa Barat amat kaya akan ragam keseniannya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).SARANA APRESIASI DAN PERTUNJUKAN SENI TRADISIONAL JAWA BARAT DI BANDUNG ().Arsitektur:FAD
Chicago Style
.SARANA APRESIASI DAN PERTUNJUKAN SENI TRADISIONAL JAWA BARAT DI BANDUNG ().Arsitektur:FAD,2003.Text
MLA Style
.SARANA APRESIASI DAN PERTUNJUKAN SENI TRADISIONAL JAWA BARAT DI BANDUNG ().Arsitektur:FAD,2003.Text
Turabian Style
.SARANA APRESIASI DAN PERTUNJUKAN SENI TRADISIONAL JAWA BARAT DI BANDUNG ().Arsitektur:FAD,2003.Text