<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1217">
<titleInfo>
<title><![CDATA[STRATEGI KOMUNHIKASI VISUAL MENGULANGI KONFLIK ORANGTUA REMAJA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DEMIA KARTINI PUTRI / 33.2005.041</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Agus Rahmat Mulyana, M.Ds</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Wiwi lsnaini, S.Sn.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Desain Komunikasi Visual]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FAD]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2010]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>David Ausubel, seorang psikolog dari Amerika menyatakan bahwa semasa bayi
orang tua selalu memenuhi kebutuhan dan keinginan anak. Selanjutnya, orang tua
berharap anak melakukan beberapa hal sendiri, contohnya menggunakan
toilet,menganmbil mainan mereka, mengendalikan kemarahan dan seterusnya. Setelah
mereka(anak-anak) berkembang secara kognitif (sesuatu yang fundamental dan yang
membimbing tingkah laku anak), anak-anak mulai menyadari bahwa mereka tidak
sepenuhnya terlepas dari orang tuanya. Persepsi ini menimbulkan konflik bagi anak-anak
dan menyebabkan krisis dimana harga diri mereka terancam.
Seiring anak memasuki masa remaja, mereka memasuki tahap persiapan, dimana
potensi pemisahan mereka dari orang tua mulai berkembang. Jika orang tua tidak mampu
mengikuti kemauan anaknya dan bersikeras harus slalu menurut sesuai dengan perkataan
mereka, maka remaja akan melakukan perlawanan dan mencari pelarian terhadap
lingkungan luar.
Dengan memakai metode analisis Bite System,diperoleh inti masalah yakni
“diam”. Konflik timbul karena tidak ada keterus terangan pada masing-masing
individu,sehingga ketika sudah tidak bisa menampung,emosi pun meluap secara
berlebihan sehingga maksud yang disampaikan menjadi salah.
Kata kunci: konflik, Bite System, prosiding, seminar TA.</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[191DKV/10]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[191DKV/10]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[191DKV032010a]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="16401" url="" path="/332005041_191DKV.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Strategi Komunikasi Visual Mengurangi Konflik Orang Tua - Remaja]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1217]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-03-29 09:56:54]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-11 08:19:44]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>