// <![CDATA[STRATEGI KOMUNHIKASI VISUAL MENGULANGI KONFLIK ORANGTUA REMAJA]]> DEMIA KARTINI PUTRI / 33.2005.041 Penulis Agus Rahmat Mulyana, M.Ds Dosen Pembimbing 2 Wiwi lsnaini, S.Sn. Dosen Pembimbing 1
David Ausubel, seorang psikolog dari Amerika menyatakan bahwa semasa bayi orang tua selalu memenuhi kebutuhan dan keinginan anak. Selanjutnya, orang tua berharap anak melakukan beberapa hal sendiri, contohnya menggunakan toilet,menganmbil mainan mereka, mengendalikan kemarahan dan seterusnya. Setelah mereka(anak-anak) berkembang secara kognitif (sesuatu yang fundamental dan yang membimbing tingkah laku anak), anak-anak mulai menyadari bahwa mereka tidak sepenuhnya terlepas dari orang tuanya. Persepsi ini menimbulkan konflik bagi anak-anak dan menyebabkan krisis dimana harga diri mereka terancam. Seiring anak memasuki masa remaja, mereka memasuki tahap persiapan, dimana potensi pemisahan mereka dari orang tua mulai berkembang. Jika orang tua tidak mampu mengikuti kemauan anaknya dan bersikeras harus slalu menurut sesuai dengan perkataan mereka, maka remaja akan melakukan perlawanan dan mencari pelarian terhadap lingkungan luar. Dengan memakai metode analisis Bite System,diperoleh inti masalah yakni “diam”. Konflik timbul karena tidak ada keterus terangan pada masing-masing individu,sehingga ketika sudah tidak bisa menampung,emosi pun meluap secara berlebihan sehingga maksud yang disampaikan menjadi salah. Kata kunci: konflik, Bite System, prosiding, seminar TA.