REDESIGN LOGO SEBAGAI BAGIAN DARI REBRANDING SONY SUGEMA COLLEGE
Identitas merupakan sebuah hal yang dibutuhkan bagi setiap individu untuk membedakannya dengan yang lain. Begitu pun dengan sebuah bimbingan belajar (bimbel). Pada saat ini, semakin banyak bermunculan bimbingan belajar baru yang menawarkan dan menjanjikan hal yang berbeda sehingga bimbel-bimbel tersebut memiliki khalayak sasarannya sendiri. Sony Sugema College (SSC) adalah sebuah bimbel yang memiliki keistimewaan, namun keistimewaannya ini tersembunyi, sehingga tidak terlihat. Manajemen dan promosi SSC telah dilakukan dengan cukup baik. Dengan identitas yang dimiliki saat ini, Al-Ma’soem akan tetap dalam keadaan aman. Namun, alangkah lebih baik jika identitas visualnya mewakili keadaan SSC yang sebenarnya. Terutama jika SSC memang pantas untuk mendapat perhatian dari masyarakat dan ingin bersaing secara nasional bahkan internasional.
Dengan menggunakan metode analisis SWOT dan Brand Sense oleh Martin Lindstorm, diperoleh inti masalah, yakni SSC tidak tampak padahal pantas untuk tampil. Kemudian, melalui pendekatan FCB Grid yang dikemukakan Bruce Bendinger diperoleh keistimewaan SSC yang berpotensi untuk diunggulkan. Sebagai hasilnya adalah sebuah logo baru yang dapat mewakilkan SSC untuk berbicara pada dunia.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2010).REDESIGN LOGO SEBAGAI BAGIAN DARI REBRANDING SONY SUGEMA COLLEGE ().Desain Komunikasi Visual:FAD
Chicago Style
.REDESIGN LOGO SEBAGAI BAGIAN DARI REBRANDING SONY SUGEMA COLLEGE ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2010.Text
MLA Style
.REDESIGN LOGO SEBAGAI BAGIAN DARI REBRANDING SONY SUGEMA COLLEGE ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2010.Text
Turabian Style
.REDESIGN LOGO SEBAGAI BAGIAN DARI REBRANDING SONY SUGEMA COLLEGE ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2010.Text