TINJAUAN BANJIR DI DAERAH RANCAEKEK AKIBAT BACKWATER SUNGAI CIMANDE
Rancaekek menjadi salah satu pusat perhatian pemerintah Kabupaten Bandung dimana banjir ini menyebabkan permukiman warga di Rancaekek terendam dan memutuskan ruas jalan utama dan menjadi kejadian rutin di wilayah tersebut. Penyebab utamanya diakibatkan oleh elevasi muka air sungai Cimande lebih tinggi dari elevasi wilayah Rancaekek yang mengakibatkan air sungai berbalik ke hulu atau disebut backwater. Penelitian ini dilakukan pada pertemuan antara sungai Cimande dan saluran drainase disekitar kawasan Rancaekek. Pembuatan peta daerah aliran sungai menggunakan peta Digital Elevation Model (DEM) di wilayah Rancaekek yang diolah menggunakan program ArcGIS. Perhitungan debit banjir dan analisa hidrograf dilakukan menggunakan program bantu HEC-HMS dimana analisa ini menghasilkan debit banjir pada sungai sebesar Q2= 14 m3/s, Q5= 26 m3/s, Q10=36 m3/s dan Q25=52,9 m3/s. Berdasarkan hasil analisa cek kapasitas penampang sungai kondisi eksisting pada STA 0+51 hanya mampu menampung volume air 2166,3 m3 yang menyebabkan terjadinya luapan banjir sedangkan kapasitas penampang sungai yang dinormalisasi pada STA 0+00 mencapai volume hingga 2932,5 m3. Hasil perhitungan debit saluran didapatkan Q2= 0,57 m3/s, Q5=0,72 m3/s dan Q10= 0,78 m3/s dimana kondisi eksisting saluran tidak mampu menampung debit tersebut sehingga dilakukan perubahan dimensi pada saluran.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2021).TINJAUAN BANJIR DI DAERAH RANCAEKEK AKIBAT BACKWATER SUNGAI CIMANDE ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.TINJAUAN BANJIR DI DAERAH RANCAEKEK AKIBAT BACKWATER SUNGAI CIMANDE ().Teknik Sipil:FTSP,2021.Text
MLA Style
.TINJAUAN BANJIR DI DAERAH RANCAEKEK AKIBAT BACKWATER SUNGAI CIMANDE ().Teknik Sipil:FTSP,2021.Text
Turabian Style
.TINJAUAN BANJIR DI DAERAH RANCAEKEK AKIBAT BACKWATER SUNGAI CIMANDE ().Teknik Sipil:FTSP,2021.Text