// <![CDATA[PENGARUH FLYOVER TERHADAP KINERJA SIMPANG JALAN JAKARTA – JALAN SUPRATMAN DI KOTA BANDUNG]]> Elkhasnet, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 MUHAMAD SAKA SUSILO /222017208 Penulis
Tingginya pertambahan kendaraan di Kota Bandung, kebanyakan tidak diiringi dengan pembaharuan maupun penambahan prasarana yang sesuai, sehingga sering terjadi kepadatan lalu lintas pada titik konflik seperti simpang, seperti pada Simpang Supratman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan evaluasi kinerja Simpang Jalan Jakarta – Jalan Supratman setelah adanya Flyover Supratman berdasarkan pedoman MKJI 1997 dan menentukan tingkat pelayanan simpang. Penelitian yang telah dilakukan sebelum adanya Flyover Supratman, mendapatkan hasil derajat kejenuhan sebesar 0,89 dan tundaan simpang rata-rata sebesar 85 detik/smp. Berdasarkan hasil survei pada saat pandemi, didapatkan data volume lalu lintas terbesar yaitu pada pendekat Jalan Jendral Ahmad Yani sebesar 2.833 smp/jam, derajat kejenuhan sebesar 0,65, dan tundaan simpang sebesar 10,91 detik. Sedangkan jika menggunakan data sebelum adanya Flyover Supratman, didapatkan data volume lalu lintas puncak sebesar sebesar 3.125 smp/jam, derajat kejenuhan sebesar 0,78 dan tundaan simpang sebesar 12,89 detik/smp. Sehingga bisa disimpulkan bahwa pembangunan flyover efektif dalam mengurangi kemacetan yang terjadi pada simpang.