// <![CDATA[STUDI DEFORMASI SESAR LEMBANG MENGGGUNAKAN CITRA SENTINEL-1A DENGAN METODE PS-INSAR]]> Dr. Rian Nurtyawan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 RIZKY BERZATA SIGIRO / 232014042 Penulis
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa gempa yang telah terjadi di wilayah Indonesia sepanjang tahun 2018 sebanyak 11.418. Hampir 95 persen gempa bumi terjadi di daerah sesar dan daerah batas antar lempeng. Di Jawa Barat, khususnya di wilayah Bandung terdapat struktur sesar yang dinamakan Sesar Lembang yang sebagian besar ditempati oleh pemukiman masyarakat. Sesar Lembang merupakan sesar yang masih aktif, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terkait monitoring Sesar Lembang ini untuk keperluan mitigasi kebencanaan. Salah satu parameter untuk mengetahui tingkat aktivitas suatu sesar adalah deformasi. Besarnya deformasi dapat dianalisis melalui metode penginderaan jauh, salah satunya metode Persistent Scatterer Interferometric Synthetic Aperture Radar (PS-InSAR). Pada penelitian ini data utama yang digunakan adalah data citra Sentinel-1A sebanyak delapan scene dengan waktu akuisisi Januari 2018 hingga Maret 2019. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa rata-rata deformasi yang terjadi sepanjang Sesar Lembang sebesar 2,485 mm dengan grafik cenderung naik. Wilayah yang terdampak deformasi terbesar adalah Kecamatan Cisarua dengan Line-Of-Sight velocity of deformation sebesar 28,4 – 48,9 mm/tahun. Sedangkan deformasi terkecil terjadi di Kecamatan Lembang dengan Line-Of-Sight velocity of deformation sebesar -2,3 – 19,2 mm/tahun. Kata Kunci: Deformasi, PS-InSAR, Sesar Lembang