// <![CDATA[ANALISIS SPASIAL KOEFISIEN DASAR BANGUNAN PADA SEMPADAN SUNGAI CIKAPUNDUNG KAWASAN BANDUNG UTARA KOTA BANDUNG]]> 0010045801 - Aprilana, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 MUHAMAD RIZKI / 230214072 Penulis
Permasalahan yang terjadi di Kawasan Bandung Utara yaitu perubahan kawasan hijau atau ruang terbuka hijau yang berganti menjadi kawasan hunian. Pada Kawasan Bandung Utara Khususnya di Kota Bandung membentang atau mengalir sebuah sungai yaitu Sungai Cikapundung. Menurut peraturan menteri PUPR nomor 28/PRT/M/2015 Penetapan garis sempadan sungai dimaksudkan sebagai upaya agar kegiatan perlindungan, penggunaan, dan pengendalian atas sumber daya yang ada pada sungai dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuannya.. Koefisien dasar bangunan sebagai salah satu rincian bangunan diperlukan untuk penyusunan laporan kajian penetapan garis sempadan sungai yang mana nantinya akan terjadi tahapan pembebasan lahan dan estimasi biaya. sungai yang mana nantinya akan terjadi tahapan pembebasan lahan dan estimasi biaya. Berdasarkan pada kondisi tersebut daerah sempadan sungai seharusnya tidak ada bangunan hunian/bangunan penduduk, maka perlu dilakukan penelitian. Data yang digunakan yaitu ; Foto Udara Kota Bandung Tahun 2016, Data Vektor Status Hak Tanah, Digitasi Sungai Cikapundung, Data Vektor Zonasi KBU. .Metode yang digunakan menggunakan konsep Overlay dan Buffering pada Sistem Informasi Geografis. Dari penelitian ini didapatkan hasil terdapat 124 bangunan sepanjang sempadan sungai cikapundung kawasan bandung utara kota bandung. Pada Kecamatan Cidadap terdapat 44 bangunan dan Kecamatan Coblong terdapat 80 bangunan. Koefisien dasar bangunan paling tinggi berada di Kecamatan Cidadap dengan presentase 115,67%. Kata Kunci : Kawasan bandung utara, Sempadan Sungai Cikapundung, Koefisien Dasar Bangunan