// <![CDATA[Merancang Kampanye Sosial “Ibu Hebat Bagi Anak Spesial” Untuk Anak Down Syndrome]]> Carissa Charlene / 33.2006.054 Penulis Rosa Karnita, M. Ds Rosita Hardiyati, S. Sos Dosen Pembimbing 1
Anak merupakan sebuah hadiah, sebuah karunia yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa bagi manusia yang harus disyukuri dan dijaga sebaik-baiknya. Anak pun selalu ditunggu–tunggu kedatangannya oleh banyak pasangan suami – istri di seluruh pelosok dunia. Namun, tidak selalu demikian bagi segelintir orang yang menganggap dirinya dikutuk, mendapatkan hukuman, maupun aib oleh karena bayi yang dikandung dan dilahirkannya merupakan anak Down Syndrome atau biasa kita kenal dengan sebutan anak keterbelakangan mental. Bagi mereka, anak tersebut bukan lagi karunia dan anugerah, namun berubah seketika menjadi bencana dan tragedi. Dengan keadaan tersebut, kerap kali solusi yang ditempuh oleh para orangtua yang memiliki anak down syndrome adalah dengan menyembunyikan keberadan anak mereka dari ruang lingkup masyarakat, menutupnya rapat – rapat, membatasi hak – hak anak mereka dan mengabaikannya dengan alasan malu, aib, minder, dsb. Tentu saja hal tersebut terdengar sangat ironis dan tidak adil, namun seperti itulah keadaan yang kini sedang terjadi di dunia pada umumnya dan di Indonesia khususnya. Tanpa kita sadari, disekitar kita banyak sekali terdapat anak down syndrome yang eksistensinya dibatasi dan disembunyikan keberadaannya oleh orangtua mereka, yang membuat kita masyarakat awam kurang memperhatikannya. Sehingga stigma yang beredar di masyarakat pun menjadi salah, dan juga terjadi pergeseran persepsi mengenai informasi sehubungan keadaan dan kondisi anak yang biasa disebut anak DS tersebut. Banyak yang mengira anak DS adalah anak cacat, anak yang membawa sial, anak yang tidak sopan serta tidak dapat diajari apapun karena lemahnya daya serap mereka, sehigga jika dinilai secara intelektual mereka minus. Banyak juga orang – orang yang mendiskriminasi keberadaan mereka dengan menganggap mereka tidak berguna, dan tidak harus diperlakukan setara dengan manusia normal.