// <![CDATA[ANALISIS SPASIAL AREA RAWAN BENCANA LONGSOR PADA ZONASI YANG TERLETAK DI SESAR LEMBANG]]> 0010045801 - Aprilana, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 KING ANDHIKA RAHTU MAESA PUTRA G.F. / 232014004 Penulis
Sesar Lembang merupakan patahan normal aktif yang membentang sepanjang 29 km di Kawasan Bandung Utara. Berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2016, terdapat 7 zonasi yang ada di Kawasan Bandung Utara, yaitu Zona L1, L2, B1, B2, B3, B4, dan B5. Salah satu indikasi dari pergerakan sesar ini adalah terjadinya bencana berupa tanah longsor. Banyaknya permukiman warga di sepanjang jalur Sesar Lembang dan adanya daerah rawan bencana longsor yang dijadikan permukiman oleh warga merupakan sebuah ancaman yang dapat membahayakan penduduk disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi dan sebaran zonasi area rawan bencana longsor pada setiap wilayah di Sesar Lembang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Peta Batas Administrasi KBU, Peta Arahan Zonasi KBU, Peta Sesar Lembang, Data Raster Area Rawan Bencana Longsor KBU, dan Citra KBU tahun 2019. Metode yang digunakan adalah transformasi sistem koordinat, clip, dan overlay. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa terdapat 2 klasifikasi area rawan bencana longsor pada Sesar Lembang, yaitu klasifikasi sedang dan klasifikasi tinggi. Area rawan bencana longsor klasifikasi sedang tersebar pada 3 zonasi, yaitu Zona L1 sebesar 151,8 ha (88,63%), Zona L2 sebesar 14,5 ha (8,51%), dan Zona B5 sebesar 4,9 ha (2,87%). Sedangkan untuk area rawan bencana longsor klasifikasi tinggi tersebar pada 2 zonasi, yaitu Zona L1 sebesar 462,3 ha (98,99%), dan Zona L2 sebesar 4,7 ha (1,01%). Kata Kunci : Kawasan Bandung Utara, Sesar Lembang, Tanah Longsor.