// <![CDATA[IDENTIFIKASI SEBARAN BANJIR BERDASARKAN STUDI CITRA SENTINEL-1 SAR (Studi Kasus:]]> 8876010016 - Dr. Rian Nurtyawan. S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 ANDI MAULANA NASUTION / 232016044 Penulis
Banjir di Kecamatan Cikampek dan Purwasari terjadi setelah hujan turun dengan intensitas yang tinggi dan membuat Sungai–Sungai di Karawang meluap. Pada penelitian ini, teknik penginderaan jauh, khususnya untuk citra Sentinel-1, memiliki kemampuan untuk mendeteksi area banjir dengan mudah. Metode Change Detection and Thresholding (CDAT) yang mengadaptasi pada penelitian Long dkk, 2014 digunakan untuk mengidentifikasi sebaran banjir yang terjadi di Kecamatan Cikampek dan Purwasari. Hasil yang diperoleh di validasikan dengan data curah hujan satelit GPM (Global Precipitation Measurement) dan mencari ketelitian hasil dengan Confusion Matrix. Polarisasi VV memiliki ketelitian yang lebih baik untuk mengidentifikasi banjir dibandingkan polarisasi VH, dengan nilai kappa coefficien sebesar 0,712 untuk polarisasi VV dan 0,680 untuk polarisasi VH. Luasan yang teridentifikasi banjir di Kecamatan Cikampek dan Kecamatan Purwasari pada citra Sentinel-1 29 Desember 2019 (Sebelum terjadinya banjir) polarisasi VV ± 231,63 Ha dan polarisasi VH ± 505,9 Ha, pada citra sentinel-1 2 Januari 2020 (Saat terjadinya banjir) polarisasi VV ± 346,74 Ha dan polarisasi VH ± 515,52 Ha, dan pada citra sentinel-1 5 Januari 2020 (Setelah terjadinya banjir) polarisasi VV ± 225,21 Ha dan polarisasi VH ± 481,89 Ha. Kata kunci : Cikampek, Purwasari, Banjir, Citra Sentinel-1, Threshold, Penginderaan Jauh.