Detail Cantuman

ANALISIS SPASIAL SEBARAN KONDISI RESAPAN AIR PADA KAWASAN BANDUNG UTARA (Studi Kasus: Kecamatan Cikalongwetan, Cisarua, Ngamprah dan Padalarang)

ANALISIS SPASIAL SEBARAN KONDISI RESAPAN AIR PADA KAWASAN BANDUNG UTARA (Studi Kasus: Kecamatan Cikalongwetan, Cisarua, Ngamprah dan Padalarang)


Kawasan Bandung Utara sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi karena daerah ini memiliki potensi resapan air yang tinggi, sehingga secara alami menjadi daerah pasokan air bagi daerah Kota Bandung dan sekitarnya. Suplai air tanah bagi wilayah Cekungan Bandung, sekitar 60% berasal dari KBU dan sisanya sekitar 40% berasal dari Kawasan Bandung Selatan. Namun pembangunan yang tidak seimbang di wilayah konservasi mengakibatkan kerusakan pada kondisi resapan air pada Kecamatan Cikalongwetan, Cisarua, Ngamprah dan Padalarang di Kabupaten Bandung Barat. Menurut Perda Nomor 2 Tahun 2016 pada zona L-1 dilarang mendirikan bangunan atau menambah kawasan terbangun. Hal tersebut mengancam keberlangsungan fungsi konservasi kawasan sebagai daerah tangkapan air dan menimbulkan berbagai bencana alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi resapan air pada kecamatan dan zonasi pengendalian. Parameter atau peta yang digunakan untuk mengetahui kondisi resapan air pada penelitian ini, yaitu Peta Jenis Tanah, Peta Curah Hujan, Peta Penggunaan Lahan, Peta Kemiringan Lereng. Peta tersebut diolah dengan konsep sistem informasi geografis menggunakan metode skoring dan overlay untuk mengetahui sebaran resapan air di setiap kecamatan dan zonasi yang berada pada Kawasan Bandung Utara (KBU). Sehingga penelitian ini menghasilkan suatu peta sebaran kondisi resapan air pada KBU di KBB, didapatkan luasan kriteria kondisi resapan air baik 1415,55 Ha (12,92 %), normal alami 1322,92 Ha (12,07 %), mulai kritis 2268,61 Ha (20,70 %), agak kritis 3038.94 Ha (27,73 %), kritis 2361,29 Ha (21,55 %), sangat kritis 551,07 Ha (5,03 %), Total 10958,37 Ha (100 %). Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa kondisi resapan yang terdapat di daerah penelitian didominasi agak kritis, sehingga hal tersebut menunjukan bahwa Kabupaten Bandung Barat memiliki daerah resapan air yang lambat, itu artinya air yang meresap ke permukaan tanah akan lambat.
Kata Kunci : Resapan Air, Zona Pengendalian, Kabupaten Bandung Barat, Sistem Informasi Geografis


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang AFREN RIDWAN / 232016073 - Personal Name
0010045801 - Aprilana, Ir., M.T - Personal Name
No. Panggil 759GD/21
Subyek Resapan Air, Zona Pengendalian, Kabupaten Bandung
Fakultas FTSP
Tahun Terbit 2021
Jurusan Teknik Geodesi
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik


Citation

. (2021).ANALISIS SPASIAL SEBARAN KONDISI RESAPAN AIR PADA KAWASAN BANDUNG UTARA (Studi Kasus: Kecamatan Cikalongwetan, Cisarua, Ngamprah dan Padalarang)().Teknik Geodesi:FTSP

.ANALISIS SPASIAL SEBARAN KONDISI RESAPAN AIR PADA KAWASAN BANDUNG UTARA (Studi Kasus: Kecamatan Cikalongwetan, Cisarua, Ngamprah dan Padalarang)().Teknik Geodesi:FTSP,2021.Text

.ANALISIS SPASIAL SEBARAN KONDISI RESAPAN AIR PADA KAWASAN BANDUNG UTARA (Studi Kasus: Kecamatan Cikalongwetan, Cisarua, Ngamprah dan Padalarang)().Teknik Geodesi:FTSP,2021.Text

.ANALISIS SPASIAL SEBARAN KONDISI RESAPAN AIR PADA KAWASAN BANDUNG UTARA (Studi Kasus: Kecamatan Cikalongwetan, Cisarua, Ngamprah dan Padalarang)().Teknik Geodesi:FTSP,2021.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id