// <![CDATA[PENENTUAN LOKASI POTENSIAL BUDIDAYA IKAN KERAPU MENGGUNAKAN KERAMBA JARING APUNG OFFSHORE (Studi Kasus:]]> 0424086901 - Ni Made Rai Ratih C. P., Ir., M.Si. Dosen Pembimbing 1 REYNALDO ELBA PRAKASA / 232016091 Penulis
Kawasan pantai utara Pulau Bali dikenal sebagai salah satu sentra budidaya laut terbesar di Indonesia dengan komoditas utamanya adalah budidaya ikan kerapu. Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berupaya untuk membangun industri marikultur guna memenuhi permintaan ekspor ikan kerapu. Salah satunya dengan menginisiasi penerapan teknologi tinggi, modern, dan berskala besar berupa keramba jaring apung (KJA) offshore. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan lokasi potensial KJA offshore berdasarkan dari kondisi kedalaman, jarak dari garis pantai, arus, sea surface temperature (SST), salinitas, nitrat, fosfat, dissolved oxygen, dan keberadaan pelabuhan di Perairan Bali Utara untuk menunjang budidaya ikan kerapu. Pelabuhan yang dipertimbangkan adalah yang masih aktif beroperasi, yaitu: Pelabuhan Sangsit dan Teluk Pegametan. Dari penelitian ini didapatkan dua lokasi yang direkomendasikan untuk peletakan KJA offshore dengan luas masing-masing area 1.200 ha. Lokasi pertama terletak di sekitar koordinat 80’0” LS, 11440’00” BT dan lokasi kedua terletak di sekitar koordinat 80’0” LS, 11500’00” BT. Kata Kunci: budidaya ikan kerapu, keramba jaring apung offshore, lokasi potensial