// <![CDATA[STUDI DEFORMASI GUNUNGAPI MENGGUNAKAN METODE DIFFERENTIAL INTERFEROMETRIC SYNTHETIC APERTURE RADAR (DInSAR) (Studi Kasus:]]> Dr. Henri Kuncoro, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 Dr. estu Kriswati, S.T., M.Sc Dosen Pembimbing 2 BAGUS SURIPTO / 232015042 Penulis
Gunungapi Agung berlokasi di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem Bali, memiliki ketinggian 3.031 meter di atas permukaan laut dengan posisi geografis 8° 20' 30ʺ Lintang Selatan dan 115° 30' 30ʺ Bujur Timur. Tercatat sejak awal meletus tahun 1808 telah terjadi letusan sebanyak 5 kali hingga tahun 2018. Pada penelitian ini letusan yang dikaji ialah pada letusan 2 Juli 2018. Salah satu metode untuk menentukan nilai deformasi suatu objek di permukaan tanah, yaitu dengan cara DinSAR (Differential Synthetic Aperture Radar). DInSAR adalah metode pengukuran deformasi menggunakan teknik pengindraan jauh sensor aktif. Pada penelitian ini metode DInSAR memungkinkan untuk mendeteksi nilai deformasi hingga orde sentimeter (Gabriel, dkk. 1989). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola deformasi dan memetakan wilayah tubuh gunung agung yang mengalami perubahan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data citra satelit Sentinel-1 dengan waktu perekaman pada tanggal 1 April hingga 31 Oktober 2018 dengan orbit ascending dan descending. Pengolahan data dilakukan pada software ESA SNAP 7.0. Hasil dari penelitian ini adalah berupa peta deformasi dimana pada peta tersebut berisi citra hasil pengolahan data dan nilai deformasinya. Pola deformasi yang dihasilkan yaitu pola deformasinya fluktuaktif atau disebut juga tidak stabil karna terjadi naik turunnya permukaan tanah dan hasil nilai deformasi sebelum terjadinya erupsi yang terjadi pada tanggal 2 Juli 2018 cenderung bernilai negatif atau menunjukan adanya deflasi, kemudian setelah terjadinya erupsi yang terjadi pada tanggal 2 juli 2018 nilainya cenderung positif atau menunjukan adanya inflasi. Kata Kunci : Gunungapi,DinSAR,Pola Deformasi