// <![CDATA[ANALISIS SPASIAL SEBARAN KONDISI RESAPAN AIR DI KABUPATEN BANDUNG (Studi Kasus:]]> 0010045801 - Aprilana, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 HEGY OKTAVIAN / 232016030 Penulis
Peningkatan jumlah penduduk, mengakibatkan meningkatnya pengalihan fungsi dari lahan terbuka menjadi lahan permukiman sehingga berkurangnya daerah resapan air hujan di Kecamatan Soreang dan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis sebaran kondisi resapan air kriteria kritis dan sangat kritis. Perubahan penggunaan akan merubah sebaran kondisi daerah resapan air, jika perubahan dilakukan secara terus-menerus disertai curah hujan yang bervariasi akan menyebabkan terjadinya bencana. Dari permasalahan tersebut dilakukan penelitian menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan metode scoring dan overlay menggunakan 4 parameter mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No: P.32/Menhut-II/2009 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan dan Lahan Daerah Aliran Sungai (RTkRHL-DAS) yaitu jenis tanah, curah hujan, penggunaan lahan dan kemiringan lereng untuk pembuatan Peta Sebaran Kondisi Resapan Air. Kecamatan Soreang kriteria kritis memiliki luas 1005,56 Ha yang tersebar di 10 desa atau di seluruh desa di Kecamatan Soreang. Dimana Desa Sukanagara memiliki luasan kriteria kritis terbesar dengan 346,05 Ha. Kriteria sangat kritis memiliki luas 52,86 Ha yang tersebar di 5 desa yaitu Desa Karamatmulya, Panyirapan, Soreang, Sukajadi dan Sukanagara. Desa Panyirapan memiliki luasan kriteria sangat kritis terbesar dengan 21 Ha. Kecamatan Kutawaringin, kriteria kritis memiliki luas 1396,65 Ha tersebar di 11 desa atau di seluruh desa di Kecamatan Kutawaringin. Desa Cibodas memiliki luasan kritis terbesar dengan 290,75 Ha. Kriteria sangat kritis memiliki luas 245,86 Ha tersebar di 8 desa, yaitu Desa Buninagara, Cibodas, Cilame, Jatisari, Jelegong, Kutawaringin, Pameuntasan dan Sukamulya. Dimana Desa Sukamulya memiliki luasan kriteria sangat kritis terbesar dengan 51,54 Ha. Kata kunci: Resapan air, Kabupaten Bandung, Sistem Informasi Geografis