// <![CDATA[ANALISIS SPASIAL DAERAH RAWAN BANJIR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT (STUDI KASUS KECAMATAN BANJARAN, KECAMATAN ARJASARI)]]> 0010045801 - Apriliana, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 MUHAMMAD RIZKY SUBAGJA / 232016067 Penulis
Kabupaten Bandung adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia dengan Soreang sebagai Ibu Kota Kabupaten Bandung. Secara administratif Kabupaten Bandung terdiri dari 31 kecamatan yang terbagi dalam 270 desa dan 10 kelurahan. Pada tahun 2020, Kabupaten Bandung menjadi salah satu Kabupaten terdampak langganan banjir. Adapun 2 Kecamatan di Kabupaten Bandung setiap tahunnya mengalami bencana banjir diantaranya yaitu, Kecamatan Banjaran dan Kecamatan Arjasari diakibatkan luapan Sungai Citarum serta anak Sungai Citarum seperti Sungai Cisangkuy (Pikiran Rakyat, 2020). Berdasarkan sejarah nya, menurut data BPBD banjir yang terjadi di Kecamatan Banjaran menyebabkan 215 rumah warga tergenang dan beberapa rumah warga rusak dengan ketinggian air 15-80 cm, banjir juga meliputi Kecamatan Arjasari yang menyebabkan 143 rumah warga tergenang dengan ketinggian air 10 hingga 150 cm (BPBD, 2020). Banyak upaya dan cara untuk mengatasi banjir salah satunya yaitu dengan menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Dengan adanya teknologi ini maka akan memudahkan dalam hal pemetaan (Lestari, 2016). Maka dari itu, untuk memberikan informasi terkait bencana banjir dan meminimalkan dampak akibat bencana banjir yaitu dengan tersedianya peta daerah rawan banjir di Kabupaten Bandung khususnya pada Kecamatan Banjaran dan Kecamatan Arjasari dengan menggunakan metode SIG yaitu overlay dan skoring guna untuk perencanaan pengendalian dan penanggulangan dini (early warning system).